6 Tempat Wisata yang Ada di Kulon Progo Jogja

Tiap kabupaten di Jogja itu punya tujuan wisatanya sendiri-sendiri. Nggak cuma Gunungkidul aja yang punya tempat wisata yang indah. Bantul, Sleman dan Kulon Progo juga punya tempat yang keren-keren.

Nah, sekarang kita lihat beberapa tempat keren yang ada di Kulon Progo. Siapa tau kamu punya kesempatan mampir ke Jogja, jad bisa main deh ke tempat-tempat ini.

1. Kalibiru

wukitraveller.com
wukitraveller.com

Kalibiru akhir-akhir ini menjadi tempat yang populer karena punya tempat unik untuk berfoto. Tempatnya agak serem sih, di atas pohon pinus. Tapi, spot untuk foto ini menjadi daya tarik tersendiri karena memiliki pemandangan yang indah.

Dengan Waduk Sermo yang berada di bawah dan Perbukitan Menoreh membentang luas akan menemani kamu di Kalibiru.

Untuk menuju ke Kalibiru nggak sulit kok, kalau dari Kota Jogja kamu menuju Jalan Raya Wates lalu ke Kota Wates. Nah, terus ikuti petunjuk jalan menuju Waduk Sermo. Dari Waduk Sermo ikuti pertunjuk jalan ke Kali Biru.

Kalau kamu mau pergi ke sana, usahakan kendaraan yang dipakai dalam keadaan prima. Jalan yang menanjak akan cukup menyulitkan kamu jika kendaraan yang digunakan kurang baik. Selain itu, kamu juga harus hati-hati melewati jalan yang menanjak ini.

2. Puncak Suroloyo

Kalau mau tau tempat tertinggi diantara Perbukitan Menoreh ya Puncak Suroloyo. Kamu bisa melihat pemandangan yang menakjubkan dari atas puncak.

Keindahan Perbukitan Menoreh dan daerah Jogja yang menawan. Magelang beserta Candi Borobudur pun akan terlihat dari atas Puncak Suroloyo.

Bukan cuma itu saja, kalau cuaca sedang mendukung, sangat cerah. Kamu bisa melihat lima gunung yang ada di Jawa Tengah. Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing dan Ungaran akan terlihat berdiri dengan gagahnya.

Untuk menuju ke Puncak Suroloyo, dari Kota Jogja pergilah menuju perempatan Ring Road Barat Demak Ijo. Lalu menuju Jalan Godean, terus sampai bertemu Pasar Godean. Dari Pasar godean jalan terus menuju jembatan Kali Progo sampai perempatan lampu merah Kenteng. Lalu belok kanan menuju Kecamatan Samigaluh. Tinggal ikuti petunjuk jalan yang menuju ke Suroloyo deh.

3. Waduk Sermo

Kalau kamu pergi ke Kalibiru, pasti dapat melihat waduk ini dari ketinggian. Waduk Sermo, waduk yang dikelilingi hijaunya Perbukitan Menoreh.

Untuk menikmati keindahannya, kamu bisa berkendara mengelilingi waduk. Bisa juga menyewa perahu yang telah disediakan untuk menyusuri tiap sudut waduk.

Untuk menuju ke sana kamu harus menuju ke Kota Wates terlebih dahulu. Kemudian tinggal ikuti petunjuk arah ke Waduk Sermo.

4. Gardu Pandang Gunung Gajah

Perbukitan Menoreh di Kulon Progo Memang menyajikan pemandangan alam yang luar biasa indah. Ada satu bukit yang memiliki bentuk seperti kepala gajah yang dijadikan tempat untuk menikmati keindahan alam yang ada di sana.

Ada dua gardu pandang yang bisa kamu gunakan sebagai tempat untuk menikmati pemandangan. Walaupun gardu pandangnya masih sederhana karena dibangun oleh warga setempat.

Untuk menuju ke Gardu Pandang Gunung Gajah, dari Kota Jogja pergilah ke perempatan Ring Road Demak Ijo. Kemudian menuju ke Pasar Godean dan langsung ke jembatan Kali Progo. Lalu kamu harus pergi ke Pasar Kenteng. dari situ ke arah Nanggulan lalu ke Pasar Jonggrangan. Dari pertigaan Gua Kiskendo, ambil jalan yang menuju ke arah pertigaan Segathol. Kemudian belok kiri sampai pertigaan Gardu Pandang Tamanan, kamu belok kanan. Tinggal jalan sampai kamu ketemu Gardu Pandang Gunung Gajah.

5. Pantai Glagah

Pantai Glagah merupakan salah satu pantai yang ada di Kulon Progo dan pantai yang paling terkenal. Daya tarik dari pantai ini adalah adanya pemecah ombak dan laguna yang nggak bisa kamu temuin di pantai lain yang ada di Jogja.

Tempat ini cocok banget buat wisata bareng keluarga karena anak-anak bisa bermain air sampai puas tanpa perlu takut ombak yang besar.  Atau bisa juga berkeliling menggunakan perahu menyusuri laguna sambil menikmati angin yang berhembus kencang.

Kalau kamu pengen ke Pantai Glagah langsung saja dari Kota Wates ambil jalur utama ke arah Purworejo sampai ke Desa Glagah. Nah, sebenernya dari Kota Wates sudah ada petunjuk jalan menuju ke Pantai Glagah kok, jadi kamu tinggal ikutin aja arahnya.

6. Gua Kiskendo

Ada yang menarik dari Gua Kiskendo ini dibanding gua lainnya lho. Sebelum masuk ke dalam gua terdapat relief yang berkisah tentang Ramayana. Kamu bisa menikmati kisah yang terpahat dalam relief tersebut dalam wujut sendratari yang dipentaskan di kawasan gua ini.

Di dalam gua kamu akan menemukan sembilan situs yang dulu digunakan untuk tempat bertapa, yaitu Pertapaan Tledek, Kusuman, Padasan, Santri Tani, Semelong, Lumbung Kampek, Selumbung, Seterbang, dan Sekandang.

Untuk menuju ke gua ini jalan yang dilalui hampir sama ketika kamu akan pergi ke Gardu Pandang Gunung Gajah kok. Tapi, ketika sampai Pasar Jonggrangan, langsung saja menuju ke Gua Kiskendo.

Nah, tunggu apalagi? Buruan jadwalin buat keliling Kulon Progo menikmati berbagai tempat wisata yang ada di sana.

Makanan Khas Jogja yang Manis dan Ngangenin

Jogja emang terkenal dengan orangnya yang ramah dan manih. Tapi bukan cuma orang Jogja aja yang manis, makanannya pun lebih dominan manis. Kalau pernah pergi atau tinggal di Jogja pasti tau deh.

Ada beberapa makanan manis yang bisa kamu cobain kalau berkunjung ke Jogja. Dari mulai yang gampang kamu temui sampai yang sekarang sulit buat ngedapetinnya juga ada tuh. Mending lihat yuk beberapa makanan manis yang bisa bikin kamu kangen sama Jogja.

1. Gudeg

flickr.com
flickr.com

Nah, gudeg merupakan salah satu makanan asli Jogja yang sudah terkenal dimana-mana. Kalau orang ke jogja, kurang afdol sebelum mencicipi makanan yang satu ini.

Gudeg dibuat dari nangka muda yang dimasak sangat lama. Dari nangka yang awalnya berwarna putih, sampai menjadi coklat kan butuh waktu yang lama tuh.

Kalau kamu mau menikmati rasa dari gudeg, datang aja ke Jalan Kaliurang, sekitaran daerah UGM. Di sana ada sentra gudeg kok, ada beberapa rumah makan yang selalu ramai dikunjungi pelancong yang akan menikmati kelezatan gudeg.

Atau kamu bisa cobain dateng ke Wijilan, di sini juga banyak yang menjajakan gudeg. Tempatnya gampang kok, dekat Alun-alun Kidul Yogyakarta.

2. Geplak

telusurindonesia.com
telusurindonesia.com

Geplak ini tebuat dari kelapa yang diparut kemudian ditambahkan dengan gula pasir. Soal rasa, tentu saja manis, super manis deh pokonya. Jadi, cocok banget buat teman minum teh atau kopi pahit.

Geplak sangat mudah kamu temui di Jogja, di sekitaran Malioboro ada yang menjajakannya. Tapi kalau kamu pengen gampang, pergi saja ke pusat oleh-oleh yang ada di Jogja, biasanya ada tuh makanan manis yang satu ini.

3. Kipo

kabarkuliner.com
kabarkuliner.com

Ini nih salah satu kuliner khas Kotagede, namanya kipo. Ingat ya, kipo bukan kepo. Nah, Kotagede merupakan sebuah daerah yang ada di kota Jogja. Jadi untuk dapat mencicipi kipo, kamu harus cari dulu dimana letak Kotagede.

Kipo ini memiliki rasa khas yang akan memanjakan lidah kamu saat memakannya. Bentuknya lonjong dengan warna hijau, bertektur kenyal dan rasanya manis. Rasa manis kipo ini berasal dari isiannya yang berupa kelapa parut dan gula jawa.

Menurut para pembuat kipo, pada zaman dahulu orang sering tanya tentang makanan ini, “iki opo?” dalam bahasa Jawa, kalau diartikan ke bahasa Indonesia artinya ini apa. Nah, dari pertanyaan ini kemudian berkembanglah nama kipo.

4. Yangko

nirvana.co.id
nirvana.co.id

Yangko ini khas banget lho, kue yang mirip mochi. Bentuknya kotak dan warna-warni. Nah, biasanya yangko ini nggak ada isiannya, tapi ada juga yang diisi kacang, tapi bentuknya teteo kotak gitu.

5. Ampyang

perusahanku.co
perusahanku.co

Ampyang ini kalau dilihat dari jauh mirip sama peyek lho. Bentuknya lingkaran kecil yang bagian atasnya ditaburi kacang tanah. Cuma beda warnanya, kalau peyek coklat muda, ampyang ini warnanya coklat tua.

Ampyang memiliki rasa yang unik, perpaduan antara manis dari gula jawa dan pedas khas rasa jahe. Cocok banget nih buat menemani minum teh atau kopi. Rasanya yang manis dan kacang tanah yang gurih, hmmm, kamu perlu nyobain deh.

6. Sagon

santapjogja.com
santapjogja.com

Sagon merupakan jajanan jadul yang terbuat dari tepung ketan, parutan kelapa, gula pasir dan sedikit garam. Cara masaknya adalah dengan dipanggang sampai warnanya jadi puth agak kecoklatan.

Sekarang keberadaan makanan manis dan gurih yang satu ini udah lumayan sulit dicari. Kalau kamu mau cobain biasanya sagon dijual di pasar tradisional atau kamu bisa langsung aja dateng ke pembuatnya. Tapi belum tau juga nih tempat pembuatan kue ini dimana.

Bawa Oleh-oleh Khas Jogja, Biar Kamu Kelihatan Habis Piknik

Pulang piknik enaknya ngasih oleh-oleh ke kerabat, tetangga atau teman dekat. Nah, kalau kamu piknik ke Jogja, paling enak bawain aja tuh makanan khas yang ada di sana. Bawa oleh-oleh biar kelihatan kalau kamu habis piknik beneran.

Tapi apa ya oleh-oleh khas Jogja yang bisa dibawa pulang ke rumah? Ada yang tau nggak nih? Kalau belum tau, langsung aja tengok beberapa oleh-oleh makanan khas Jogja yang bisa kamu bawa pulang.

1. Gudeg

Gudeg, makanan khas asli Jogja yang terbuat dari nangka muda yang masih mentah. Gudeg ini udah melekat banget sama Jogja, seperti kamu dan aku, udah nggak bisa dilepasin.

Kalau kamu mau bawa pulang gudeg untuk oleh-oleh ada yang perlu diperhatikan nih. Gudeg kan sebenernya ada dua jenis tuh, gudeg basah dan gudeg kering. Nah, yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh adalah gudeg kering.

Sebenernya nggak ada perbedaan yang mencolok antara gudeg basah dan gudeg kering. Cuma proses memasaknya aja yang agak lebih lama untuk gudeg kering. Sama rasanya lebih sedikit manis gudeg kering daripada gudeg basah.

Gudeg kering bisa bertahan sampai tiga hari lho, jadi bisa lah kalau kamu mau bawa pulang untuk oleh-oleh. Tapi setelah sampai rumah, lebih baik disimpan dalam lemari es biar tambah awet.

2. Bakpia

Siapa sih yang nggak kenal bakpia? Hampir semua orang tau sama makanan yang satu ini. Bahkan, kalau pada piknik ke Jogja bawa oleh-olehnya ya bakpia. Kadang ada juga tuh penjual bakpia yang menjajakan dagangannya ke dalam bus-bus pariwisata.

Sebenernya bakpia ini bukan makanan asli Jogja lho. Dari namanya aja udah kelihatan kalau makanan ini berasal dari Tionghoa. Zaman dahulu, bakpia isinya daging babi, bukan seperti yang sekarang ini. Tapi, semenjak Islam menyebar di pulau Jawa, isi bakpia kemudian diganti dengan kacang hijau.

Kacang hijau yang dijadikan isi pun bukan yang utuh ya. Tapi sudah diolah sehingga menjadi isian yang lembut dan rasanya manis.

Saat ini, bakpia sudah banyak variannya, nggak cuma kacang hijau aja. Sekarang ada juga yang rasa keju, coklat, durian dan kumbu hitam serta rasa lainnya.

Nah, untuk mendapatkan bakpia, kamu nggak usah bingung. Gampang banget kok buat dapetin makanan yang satu ini. Di sekitaran Malioboro ada, di toko oleh-oleh yang ada di Jogja juga banyak. Atau kalau mau, kamu bisa tuh dateng ke sentra bakpia yang ada di Minomartani, Depok, Sleman, Yogyakarta.

3. Yangko

Kamu tau kue mochi kan? Itu oleh-oleh khas dari Bandung, yang teksturnya kenyal terus ada isi di dalamnya. Nah, yangko ini mirip sama mochi. Jajanan yang terbuat dari tepung ketan bertekstur kenyal.

Kalau mirip tentu ada perbedaannya dong, beda yangko dan moci ini adalah soal rasa dan apa yang ada di dalamnya. Moci terdapat isi kacang cincang yang manis, kalau yangko nggak ada isinya. Mochi bentuknya culat seperti bola, kalau yangko berbentuk kotak. Mochi hanya berwarna putih saja, sedangkan yangko ada bermacam warna.

Soal rasa nggak perlu ditanya deh, udah pasti enak. Kalau nggak percaya dateng aja ke Jogja, terus cari yang namanya yangko itu kayak apa.

4. Geplak

Selain orang Jogja yang manis-manis, makanan di sini juga kebanyakan rasanya manis. Salah satunya geplak ini, terbuat dari kelapa parut yang dimasak bersama dengan gula.

Geplak biasanya berbentuk bulat dan memiliki warna yang bermacam-macam. Walaupun sebenernya beda warna rasanya tetep sama aja sih. Tapi, sekarang sudah ada juga variasi rasa dari geplak, yang pasti apapun variasi rasanya, geplak tetaplah manis.

5. Salak Pondoh

Oleh-oleh yang satu ini berbeda dengan yang sebelumnya. Kalau yang sebelumnya kan makanan olahan semua tuh, yang ini masih alami. Buah-buahan yang menjadi komoditas salah satu kabupaten di kota Jogja.

Buah salak memang salah satu buah-buahan yang tumbuh subur di Jogja. Tepatnya di Kabupaten Sleman, deket merapi sana. Nah, salah sati jenis salak yang sangat bagus hasilnya adalah salak pondoh. Dagingnya berwarna putih dan rasanya manis, nggak cukup deh kalau cuma makan satu.

Kalau kamu tertarik membawa salak pondoh sebagai buah tangan, dateng aja ke Kabupaten Sleman. Dari kota Jogja langsung menuju ke Merapi. Di sana banyak agrowisata yang menawarkan tempat bermain dan berburu salak tentunya.

Taman Balekambang Surakarta

Sejarah Raja-raja jaman dulu emang asyik buat dipelajari. Bangunan-bangunan sejarah yang ditinggalkan juga asyik buat dikunjungi. Salah satunya adalah Taman Balekambang di Solo. Bangunan ini merupakan taman peninggalan Istana Mangkunegaran Solo.

Balekambang dalam bahasa Jawa berarti rumah yang berada di atas air. Kenyataannya, Balekambang adalah rumah atau semacam vila raja tempo dulu yang dibangun di atas kolam air.DI Jogja ada juga yang sejenis, namanya Pesanggrahan Ambarukmo.

Taman Balekambang Solo saat ini telah berubah menjadi taman publik. Saat ini, taman tersebut dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo. Oleh UPT Disbudpar Solo, di sekitar taman dibangun kawasan outbond.

Disini, kamu juga bisa menyaksikan foto raja-raja Solo. Di taman yang besar ini, di dalamnya juga dipelihara beberapa ekor rusa jinak.

KEUNIKAN

Balekambang merupakan salah stau penginggalan raja yang masih terawatt. Selain sebagai tempat pariwisata, tempat ini juga merupakan tempat bersejarah. Buat kamu yang tertarik mempelajari lebih jauh tentang raja-raja di Solo, tempat ini pas banget buat kamu datangi.

Begitu juga buat kamu yang suka dengan arsitektur jaman kuno. Disini kamu bisa melihat arsitektur bangunan jaman dulu yang masih terawat.

LOKASI

Taman Balekambang terletak di belakang stadion Manahan Solo.

AKSES

Kalau kamu menggunakan kendaraan umum, dari terminal Giwangan Jogja kamu naik bus jurusan Jogja-Solo. Turun di terminal Tirtonadi, Solo. Dari terminal Tirtonadi kamu bisa naik   becak atau angkutan kota jurusan Taman Balekambang  dan turun di depan taman.

HARGA TIKET

Free.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Selain taman yang luas dan indah, Taman Balekambang juga menyedikan toilet yang bersih.

 

Kampung Batik Laweyan Solo

Sob, nggak cuma Jogja aja yang punya Kampung Batik. Solo juga punya. Namanya Kampung Batik Laweyan. Kampung Batik Laweyan adalah salah satu sentra kerajinan batik yang cukup terkenal di daerah Solo. Di kampung ini terdapat ratusan pembatik. Para pembatik di kampung ini merupakan generasi ketiga dari pendirinya.

Kampung Laweyan memang bukan sekadar sentra kerajinan batik. Tapi kampung ini punya sejarah panjang. Mengalami pasang-surut perkembangan hingga sekarang menjadi sentra kerajinan batik yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Menurut sejarahnya, Kampung Laweyan sudah ada sejak masa pemerintahan Kerajaan Pajang pada abad ke-15 M. Pada masa itu, kampung ini dikenal sebagai penghasil bahan baku kapas. Selain itu juga dikenal dengan industri tenun dan pakaian. Kain-kain hasil tenun dan bahan pakaian dalam bahasa Jawa disebut dengan lawe. Oleh sebab itu, kampung sentra kerajinan batik ini dinamakan Kampung Laweyan.

Kampung Laweyan yang pada awalnya hanya memproduksi kain tenun dan bahan pakaian, baru selanjutnya berubah menjadi produsen batik. Cikal-bakal Kampung ini menjadi kampung batik bermula dari kedatangan seorang keturunan Raja Brawijaya V yang bernama Kiai Ageng Henis. Ia bermukim di kampung ini pada tahun 1546 M.

Kiai Ageng Henis pada mulanya beragama Hindu. Tapi selanjutnya diislamkan oleh Sunan Kalijaga. Waktu itu, kebetulan Sunan Kalijaga singgah di Kampung Laweyan dalam perjalanan menuju Kerajaan Pajang. Setelah itu, selain menyebarkan agama Islam bersama Sunan Kalijaga, Kiai Ageng Henis juga mengajarkan teknik membuat batik cap dan batik tulis kepada penduduk Laweyan.

KEISTIMEWAAN

Berkunjung ke kampung ini kamu nggak akan rugi Sob. Di kampung ini, kamu bisa membeli batik dengan beragam motif sesuai dengan selera. Dari sekian banyak motif, motif khas batik Laweyan yang paling terkenal adalah motif Tirto Tejo dan motif Truntun. Batik Laweyan ini memiliki cara pengelolaan yang khas. Pada ruang bebas warna cenderung diisi warna kecoklatan (sogan).

Beda dari gaya batik daerah lainnya yang ruang bebas warna cenderung diisi dengan warna yang lebih cerah. Batik khas Laweyan cenderung gelap mengikuti kencenderungan batik pedalaman. Selain kaya dengan motif, jenis-jenis batik yang diproduksi dan dijual di Kampung Laweyan ini juga beragam. Nggak cuma kain bahan, tapi juga bahan batik yang sudah jadi seperti badcover, seprei, baju, tas, dan bahkan beragam jenis handycraft dan suvenir khas Solo.

Disini kamu juga bisa melihat proses pembuatan motif batik, mulai dari pewarnaan, pencelupan, hingga pengeringan. Daya tarik lain yang bisa nikmati di Kampung Laweyan adalah ciri khas bentuk rumah penduduk yang bergaya perpaduan arsitektur Eropa-Jawa-Islam. Selain itu ada   sebuah bangunan bergaya kolonial yang dikenal dengan nDalem Tjokrosoemarto. Bangunan rumah seluas 1800 m2 ini merupakan peninggalan Tjokrosoemarto. Salah satu perintis dan eksportir Indonesia di Solo. Sejak tahun 1990, Tjokrosoemarto telah membuat batik untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia dan diekspor keluar negeri.

LOKASI

Kampung Laweyan berada di wilayah Desa Lawiyan atau Laweyan, Kecamatan Lawiyan, Surakarta, Provinsi Jawa Tengah.

AKSES

Kampung Laweyan mudah dijangkau. Lokasinya nggak begitu jauh dari Kota Solo. Untuk menuju ke lokasi, kamu bisa menggunakan transportasi umum seperti bus atau taksi yang banyak tersedia di Kota Solo maupun kendaraan pribadi. Perjalanan dari Kota Solo menuju ke lokasi dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30-45 menit.

HARGA TIKET

Free.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Fasilitas tambahan yang bisa kamu gunakan antara lain masjid/langgar, pusat pelayanan dan pelatihan batik Laweyan, pusat pelatihan budaya Jawa di bidang tari dan bahasa, pasar tradisional, makam bersejarah, hotel melati maupun hotel berbintang, restaurant/café, gedung pertemuan dan lain sebagainya.

 

Desa Wisata Batik Kliwonan

Kamu pasti sudah kenal banget denga batik. Jangan-jangan malah udah nggak kehitung jumlah baju batik kamu dilemari. Iya deh, yang kantongnya lagi tebel. Eh Sob, kamu pastinya tahu kan kalau di Indonesia seenggaknya ada tiga kota yang selama ini dianggap sebagai sentra batik. Pekalongan, Surakarta, dan Jogjakarta. Tiga kota itu selama ini lebih dikenal sebagai pusatnya batik. Tapi apa iya cuma tiga kota itu? Hemm, ternya nggak Sob. Kalau kamu jalan-jalan sedikit ke timur dari kota Jogja, kamu akan mnemukan beberapa pusat produksi batik di Jawa Tengah.

Salah satunya adalah Kabupaten Sragen. Kabupaten ini adalah sentra produksi batik terbesar setelah Pekalongan dan Surakarta. Di Sragen, terdapat dua sub sentra batik yakni Kecamatan Plupuh dan Masaran. Dua kabupaten ini saling berseberangan di sisi utara dan selatan Sungai Bengawan Solo.

Desa-desa di utara sungai adalah Jabung dan Gedongan, wilayah Kecamatan Plupuh. Berjarak sepelemparan batu dengan Desa Pilang, Sidodadi, dan Kliwonan. Tiga desa yang disebut terakhir terletak di selatan Bengawan Solo. Berada dalam wilayah Kecamatan Masaran.  Karena berada di pinggiran  kali, industri Batik disini juga dikenal dengan sebutan Batik Girli (Pinggir Kali).

KEUNIKAN

Sebagian besar perajin batik tinggal di desa Kliwonan. Nggak heran kalau jumlah produk batik yang dihasilkan lebih besar. Makanya, kawasan penghasil batik di Sragen lebih dikenal sentra batik Kliwonan. Pemerintah Kabupaten Sragen lalu menetapkan sentra batik itu sebagai kawasan wisata terpadu. Dengan nama Desa Wisata Batik Kliwonan.

Desa ini terletak 13 kilometer dari pusat kota Kabupaten Sragen. Di desa ini kamu nggak cuma bisa belanja. Kamu juga bisa melihat proses pembatikan. Mulai dari membatiknya sampai selesai.

Selain itu, kalau kamu tertarik, kamu juga bisa menginap disini Sob. Beberapa rumah warga sengaja dijadikan homestay untuk para tamu. Disini kamu juga bisa mempelajari sejarah dan asal usul batik di Indonesia dan lahirnya batik khas Sragen.

Sragen awal mulanya identik dengan batik Surakarta, terutama di era 80-an. Soalnya, para senior kerajinan batik di Sragen umumnya pernah bekerja sebagai buruh batik di perusahaan milik juragan batik Surakarta.

Tapi, seiring waktu berjalan, batik Sragen berhasil membentuk ciri khas yang berbeda dari gaya Jogjakarta dan Surakarta. Ketiganya punya perbedaan. Kalau batik gaya Jogjakarta umumnya memiliki dasaran atau sogan putih dengan motif  bernuansa hitam atau warna gelap. Corak Jogjakarta ini biasa disebut batik latar putih atau putihan. Beda lagi dengan batik gaya Surakarta. Biasanya memiliki warna dasaran gelap dengan motif bernuansa putih. Biasa disebut batik latar hitam atau ireng. Batik Jogjakarta dan Surakarta juga lebih kuat dalam mempertahankan motif gaya kraton. Bahkan sudah menjadi patokan baku, misalnya parang, kawung, sidodrajat, sidoluhur, dan lain sebagainya.

Batik Sragen lebih kaya dengan ornamen flora dan fauna. Kadang ditambahi corak baku. Makanya kadang ada batik Sragen bermotif tumbuhan atau hewan yang disusupi motif baku seperti parang, sidoluhur, dan lain sebagainya.

LOKASI

Desa Wisata Batik Kliwonan terletak sekitar 12 KM sebelah selatan pusat kota Kabupaten Sragen. atau 85 KM sebelah timur laut Jogjakarta.

AKSES

Untuk mencapai lokasi Desa Wisata Kliwonan ini kamu bisa melewati berbagai jalur, antara lain:

Pintu masuk di Gronong (Perbatasan Kabupaten Sragen dan Karanganyar) : melalui Jalan Raya Solo – Sragen masuk ke utara hingga Desa Sidodadi – Kliwonan.

Pintu masuk Masaran : dari Masaran melalui jalan kabupaten menuju Desa Pilang –Kliwonan.

HARGA TIKET

Free.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Namanya juga jalan-jalan, nggak asyik donk kalau nggak bawa oleh-oleh. di desa wisata ini kamu bisa memilih beberapa cindera mata Sob. Antara lain: kerajinan kain perca batik (tas, dompet cantik, bantal hias, selimut),kerajinan grabah (tempayan air, pot bunga, kuali) serta kerajinan sangkar burung.

 

 

Candi Plaosan

Candi Plaosan didirikan pada abad ke-9 Masehi oleh pasangan raja dan permaisuri yang bernama Rakai Pikatan dan Pramudya Wardhani. Rakai Pikatan merupakan raja ke-6 dari silsilah raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram Lama. Berasal dari Dinasti Sanjaya. Beragama Hindu. Sedangkan sang permaisuri, Pramudya Wardhani, adalah anak gadis Samaratungga dari Dinasti Syailendra yang beragama Budha.

Data sejarah di atas tertulis pada prasasti berupa relief dan tulisan Jawa kuno yang ditemukan di Candi Plaosan. Candi Plaosan terletak di perbatasan Jogjakarta dan Jawa Tengah. Candi Plaosan adalah candi peninggalan Kerajaan Mataram Lama. Dibangun sebagai bukti kecintaan Rakai Pikatan kepada Pramudya Wardhani. Dalam riwayat disebutkan, pernikahan Rakai Pikatan dan Pramudya Wardhani sebenarnya nggak disetujui oleh keluarga mereka masing-masing. Keduanya memang berasal dari keluarga besar (dinasti) yang pernah berjaya di Jawa namun berbeda prinsip, budaya, dan agama.

Wujud Candi Plaosan adalah berupa candi kembar. Lambang pasangan Rakai Pikatan dan Pramudya Wardhani. Dibagi dalam dua sisi. Pada relief candi yang terletak di sisi utara, yang konon dibangun oleh Rakai Pikatan, digambarkan sosok perempuan. Sedangkan relief candi di sisi selatan yang menampilkan gambar sosok pria.

KEUNIKAN

Candi Plaosan merupakan dua candi kembar. Berdiri di areal tanah seluas kurang lebih 440×270 meter. Bentuk dan ukuran kedua candi ini sama. Candi yang berada sebelah utara disebut Candi Plaosan Lor. Sedangkan yang di sebelah selatan disebut Candi Plaosan Kidul. Kedua candi ini memiliki panjang sekitar 15 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 15 meter. Pembeda kedua candi ini adalah ornamen dan reliefnya masing-masing. Jarak antara Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul hanya sekitar 20 meter. Dipisahkan oleh sebuah tembok pembatas dari batu yang mengelilingi masing-masing candi.

Pada tembok pembatas terdapat sebuah pahatan gapura. Fungsinya sebagai penghubung sekaligus sebagai jalan keluar dan masuk menuju halaman masing-masing candi. Dilihat dari corak bangunannya, Candi Plaosan merupakan perpaduan antara kebudayaan Hindu dan Budha.

LOKASI

Candi Plaosan berlokasi di Dusun Plaosan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Wilayah perbatasan antara Kabupaten Klaten (Provinsi Jawa Tengah) dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

AKSES

Dari Jogjakarta, kamu bisa mengikuti Jalan Solo sampai ke Kecamatan Prambanan. Lampu merah ketiga (sebelah kiri Kantor Pos dan kalau ke selatan ke Stasiun Prambanan) belok ke arah kiri menuju Manisrenggo (Klaten). Ikuti saja jalan itu sampai ketemu Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah. Candi Plaosan berada di seberang kantor tersebut.

HARGA TIKET

Nggak ada tarif khusus yang ditetapkan bagi pengunjung Candi Plaosan.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Di kawasan Candi Plaosan terdapat penginapan atau losmen.Nggak cuma itu, disana juga tersedia taman bermain untuk anak-anak. Selain itu, di lingkungan Candi Plaosan juga terdapat rumah sakit, kantor kelurahan, kantor kecamatan, sekolah, serta rumah ibadah.