Upacara Jamasan Pusaka Mangkunegaran

Ngomongin tradisi dan ritual, Jawa emang jagonya. Ada aja yang jadi sebuah ritual. Mulai dari menggiring kerbau, sampau mandiin keris. Semuanya jadi ritual.  Bahkan nggak jarang ritualnya misterius. Nggak bisa dijelaskan pakai logika. Coba aja deh kamu pikir, ngapai coba ada yang mau ngambilin kotoran kerbau. Kan banyak kumannya. Tapi pada percaya aja tuh kalau bisa ngasih berkah.

Salah satu ritual atau tradisi yang nggak kalah misteriusnya adalah Upacara jamasan  atau siraman pusaka Mangkunegaran. Upacara ini dilakukan di Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah.

Upacara jamasan pusaka Mangkunegaran adalah upacara menjamas atau memandikan dua buah keris. Serta tombak peninggalan Raden Mas Said atau Mangkunegara I. Dua keris sakti tersebut memiliki nama-nama yang unik. Kyai Koriwelang dan Kyai Jaladara, sedangkan tombaknya bernama Kyai Totok.

Dulu Raden Mas Said menggunakan senjata-senjata pusaka tersebut untuk memerangi Belanda.  Setelah itu, Raden Mas Said kembali ke Mangkunegaran, keris dan tombak tersebut turut dibawa pulang. Pada tahun 1935, saat Mangkunegara VII berkuasa, sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada rakyat Selogiri, keris dan tombak pusaka Raden Mas Said tersebut diserahkan kepada masyarakat Selogiri.

Sekarang ini pusaka itu tersimpan dalam sebuah kotak. Diletakkan di atas sebuah tugu berukuran 7,7 meter dan tinggi 6 meter.Setiap setahun sekali masyarakat Selogiri mengadakan upacara jamasan atau pemandian.

KEUNIKAN

Upacara ini mempunyai nilai sejarah perjuangan bangsa.  Prosesinya cukup panjang. Pada setiap proses selalu disertai dengan upacara adat lengkap dengan  ubo rampe (perlengkapan) yang berisi seperti sesaji gecok pecel itik, jenang putih, jenang abang, jenang boro-boro, pisang, nasi putih, suruh, rempeyek, tinto, dan tempe goreng berbentuk kecil-kecil.

Secara umum, upacara pusaka Mangkunegaran ini berlangsung di Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah.  Tapi karena tahapannya cukup banyak, lokasi upacaranya pun jadi berbeda-beda. Untuk prosesi pengambilan senjata pusaka Mangkunegara I dilakukan di tugu pusaka tersebut. Untuk prosesi tirakatan diadakan di pendopo Kecamatan Selogiri.

LOKASI

Untuk prosesi arak-arakan atau kirab diawali dari pendopo Kecamatan Selogiri, kemudian ke kantor Kabupaten Wonogiri dan dilanjutkan lagi ke Kodim Wonogiri. Sementara itu, untuk prosesi pencucian atau jamasan pusaka Mangkunegara I dilakukan di Waduk Gadjah Mungkur.

AKSES

Kalau kamu menggunakan kendaraan umum, dari terminal Giwangan Jogjakarta,  kamu cukup naik bus jurusan Wonogiri lalu turun di kecamatan Selogiri.

HARGA TIKET

Free.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Lokasi di sekitar upacara sudah banyak berdiri berbagai penginapan dengan harga yang terjangkau. Warung yang menyediakan beragam makanan dan minuman juga tersedia di sekitar lokasi upacara. 

Leave a Comment