Tradisi Kromojati, “Mahar” Wajib Sebelum Menikah

Umur segini emang lagi rawan-rawannya. Apalagi kalau deket-deket komunitas ibu-ibu. Pertanyaan pamungkasnya adalah, “Kapan nikah?”. Bikin kepala berasap. Ngapain sih nanya-nanya. Mending kalau mau nyariin. Nyariin nggak, tapi tiap hari ngomongnya nyelekit. Jleb banget tahu!! Lho kok malah jari paragraf curhat gini ya. Hihihi. Maklum ya Sob.

Hayoo…siapa yang lagi galau pengin nikah? Angkat tangan! Lho kok angkat tangan semua. Hihihi. Ketahuan semua kalau lagi pada mupeng pengen segera itu. Eh Sob, udah punya calon belum? Nah, mumpung nih kalau belum ada calon. Buat kau yang udah kepincut sama lawan jenis dari Gunungkidul, terutama yang  Bohol, Rongkop. Musti siap-siap bibit pohon jati. Lho? Aneh kan? Tapi ini tradisi bagus lho Sob.

KEUNIKANNYA

Jadi kalau ada pemuda dari daerah ini akan menikah, mereka diwajibakan untuk menanam 5 bibit pohon jati. Sepintas kedengarannya sepele. Tapi ini yang keren banget. Demi, demi cintaku padamu #halah. Demi pelestarian lingkungan hutan Gunungkidul yang kini mulai  terkikis. Maklum Sob, manusia semakin banyak. Padahal bumi nggak tambah melar. Oleh sebab itu, pemdes Bohol sejak tahun 2007 lalu telah memberlakukan “nikah kromojati”.

Kromojati berasal dari kata kromo. Dalam istilah bahasa Jawa berarti pernikahan. Jati merupakan nama salah satu jenis tanaman keras. Nikah kromojati bisa diartikan sebagai sebuah peresmian ikatan hubungan antara pria dan wanita secara sah menurut hukum yang berlaku disertai penanaman bibit pohon jati. Hihi, artinya panjang banget ya. tapi keren lho.

Menurut kades Bohol, Widodo, upaya pemberlakuan nikah kromojati di wilayahnya terbukti ampuh. Ampuhnya, bisa memupuk tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian hutan. Disadari atau nggak, kalau alam rusak yang rugi kan juga manusia. Banjir (nggak kebayang Gunungkidul bisa banjir), tanah longsor, dan lain sebagainya.

Ribuan bibit pohon jati yang telah ditanam ratusan calon pengantin itu kini telah menyasar sekitar 2 hektar lahan kritis. Lahan kritis ini tersebar di 2 padukuhan yakni Wuru dan Gamping. Lagi pula, mereka para calon pengantin pasti mau. Lha dari pada nggak diakui keabsahan pernikahannya. Hehehe. Ide jitu pak kades!

LOKASI

Desa Bohol, Rongkop, Gunungkidul

AKSES

Dari terminal Giwangan kamu naik aja bus jurusan Jogja-Wonosari. Turun di terminal Gunungkidul. Lalu dilanjutkan dengan naik angkutan kota jurusan Rongkop.

 

Leave a Comment