Tradisi Gejog Lesung

Siapa bilang kalau musik keren cuma K-Pop. Musik tradisional juga bisa keren. Selama dimainkan oleh orang-orang kreatif pasti juga bisa oke punya. Salah satunya ini, alat musiknya sangat tradisional. Bahkan saking tradisionalnya, kini udah jarang ditemukan di masyarakat. Udah banyak yang dijual, soalnya harganya emang lumayan. Maklum Sob, barang antik itu banyak yang suka. Makanya kalau kamu termasuk orang yang antik, musti hati-hati ya. #lho.

Musik ternyata nggak cuma bisa dihasilkan oleh alat musik umum gitar, drum, bass ataupun piano. Ditangan ibu-ibu di Dusun Trowono Desa Karangasem , Kecamatan Paliyan. Lat yang sepele bisa dijadikan alat musik yang unik. Para ibu – ibu ini menggunakan alat penumbuk padi yaitu Lesung  dan (alu) untuk menciptakan satu irama musik yang khas. Seni tradisional ini kemudian diberi nama Gejog Lesung.

Pada jaman dulu seni tradisional ini dimainkan setelah penduduk desa setempat menumbuk padi. Kadang juga pas gerhana bulan. Tapi seiring perkembangan jaman kesenian ini cuma dimainkan pada saat acara – acara tertentu. Seperti Bersih desa, upacara adat, atau penyambutan tamu yang berkunjung ke desa.

KEUNIKAN

Gejog Lesung dimaninkan oleh ibu – ibu secara berkelompok. Satu kelompok berjumlah 12 orang. 5-6 menjadi penabun. Lainnya menjadi wiraswara/ penyanyi. Para wiraswara  bernyanyi   berlenggak lenggok sambil menari dan membawa tambir (tempat nasi berbentuk bulat ). Lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu – lagu tradisional seperti lumbung pari , gundul – gundul pacul dll,

Ternyata ada grup kesenian ibu-ibu yang sudah eksis di kancah Kabupaten Sob. Namanya “ Gunungkidul Jos” dari Dusun Trowono. Grup kesenian ini pernah menyabet Juara tingkat Kabupaten dalam acara festival  Gejog lesung yang diadakan oleh pemerintah kabupaten Gunungkidul tahun 2011. Mantep ya.

Meskipun Kesenian Gejog Lesung terlihat kalah pamor dibanding K-Pop, ibu-ibu ini tetap bersemangat. Soalnya kalau bukan ibu-ibu ini, siapa lagi. Apa iya kesenian ini mau dihilangkan begitu saja. OMG, jangan sampai ada lagi kesenian yang tiba-tiba hilang dari muka bumi.

LOKASI

Dusun Trowono, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul.

AKSES

Dari kota Jogja kamu naik bus jurusan Jogja-Wonosari. Turun di perempatan Siyono. Lalu naik angkutan Kota menuju ke Desa Karangasem.

HARGA TIKET

Free

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Gunungkidul nggak cuma menyimpan banyak budaya Sob. Tapi juga banyak pemandangan yang luar biasa.

 

Leave a Comment