Taman Balekambang Surakarta

Sejarah Raja-raja jaman dulu emang asyik buat dipelajari. Bangunan-bangunan sejarah yang ditinggalkan juga asyik buat dikunjungi. Salah satunya adalah Taman Balekambang di Solo. Bangunan ini merupakan taman peninggalan Istana Mangkunegaran Solo. Balekambang dalam bahasa Jawa berarti rumah yang berada di atas air. Kenyataannya, Balekambang adalah rumah atau semacam vila raja tempo dulu yang dibangun di … Read moreTaman Balekambang Surakarta

Kampung Batik Laweyan Solo

Sob, nggak cuma Jogja aja yang punya Kampung Batik. Solo juga punya. Namanya Kampung Batik Laweyan. Kampung Batik Laweyan adalah salah satu sentra kerajinan batik yang cukup terkenal di daerah Solo. Di kampung ini terdapat ratusan pembatik. Para pembatik di kampung ini merupakan generasi ketiga dari pendirinya. Kampung Laweyan memang bukan sekadar sentra kerajinan batik. … Read moreKampung Batik Laweyan Solo

Desa Wisata Batik Kliwonan

Kamu pasti sudah kenal banget denga batik. Jangan-jangan malah udah nggak kehitung jumlah baju batik kamu dilemari. Iya deh, yang kantongnya lagi tebel. Eh Sob, kamu pastinya tahu kan kalau di Indonesia seenggaknya ada tiga kota yang selama ini dianggap sebagai sentra batik. Pekalongan, Surakarta, dan Jogjakarta. Tiga kota itu selama ini lebih dikenal sebagai … Read moreDesa Wisata Batik Kliwonan

Candi Plaosan

Candi Plaosan didirikan pada abad ke-9 Masehi oleh pasangan raja dan permaisuri yang bernama Rakai Pikatan dan Pramudya Wardhani. Rakai Pikatan merupakan raja ke-6 dari silsilah raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram Lama. Berasal dari Dinasti Sanjaya. Beragama Hindu. Sedangkan sang permaisuri, Pramudya Wardhani, adalah anak gadis Samaratungga dari Dinasti Syailendra yang beragama Budha. Data … Read moreCandi Plaosan

Bengawan Solo

Kamu pasti sudah nggak asing dengan sungai satu ini. Lagu tentang sungai ini kan terkenal banget. Apalagi buat para generasi bapak ibu kita, pasti kenal banget dengan lagu ini. Sungai ini merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Dengan panjang sekitar 548,53 km. Bersumber dari Pegunungan Kidul, Wonogiri. Melintasi dua propinsi, yaitu Jawa Tengah dan Jawa … Read moreBengawan Solo

Masjid Al Wustho Mangkunegaran

Sejarah Indonesia terutama Jawa dengan berbagai istana atau kerajaannya menyisakan banyak bangunan sejarah. Termasuk juga tempat beribadah. Kalau ¬†Keraton Kasunanan Surakarta memiliki Masjid Agung Surakarta, maka Pura Mangkunegaran memiliki masjid di dekat istananya, yaitu Masjid Al Wustho Mangkunegaran. Pendirian masjid ini diprakarsai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara I. Awalnya masjid ini dikenal … Read moreMasjid Al Wustho Mangkunegaran

Upacara Jamasan Pusaka Mangkunegaran

Ngomongin tradisi dan ritual, Jawa emang jagonya. Ada aja yang jadi sebuah ritual. Mulai dari menggiring kerbau, sampau mandiin keris. Semuanya jadi ritual.¬† Bahkan nggak jarang ritualnya misterius. Nggak bisa dijelaskan pakai logika. Coba aja deh kamu pikir, ngapai coba ada yang mau ngambilin kotoran kerbau. Kan banyak kumannya. Tapi pada percaya aja tuh kalau … Read moreUpacara Jamasan Pusaka Mangkunegaran

Wedang Dongo dan Nasi Liwet Solo

Jogja dan Solo seperti saudara kembar yang baru saja dipisahkan. Bagaimana pun, Jogja dan Solo kan dulunya satu daerah yang dibagi dua. Nggak heran kalau kuliner di Solo nggak kalah menariknya dnegan kuliner di Jogja. Buat kamu yang sempat melintas di Kota Solo. Ada baiknya sempatkan mampir sejenak Sob. Menikmati kuliner khas Solo. Wedang dongo … Read moreWedang Dongo dan Nasi Liwet Solo

Puncak Geger Menjangan

Sob, pernah ke Purworejo belum? Itu lho, tetangganya Jogja. Kota yang berada pas disebelah barat kota Jogja. Berbatasan dengan kecamatan Kulon Progo. Nah, ternyata, di kota ini terdapat sejenis bukit. Mungkin kalau di Jogja sejenis bukit Hargodumilah. Bukit ini berada di sisi utara kota sekitar 1 km tepatnya di Kelurahan Trirejo, Kecamatan Loano dengan luas … Read morePuncak Geger Menjangan

Malam Selikuran

Kalender Jawa nggak cuma mengenal Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Orang Jawa juga menggunakan hitungan Jawa sebagai penanda waktu tertentu yang dianggap sakral. Misalnya Malem Selikuran. Malem dalam bahasa Jawa berarti malam dan Selikuran berarti dua puluh satu. Jadi bisa diartikan malem selikuran berarti malam yang kedua puluh satu. Malem selikuran yang dimaksud adalah … Read moreMalam Selikuran