Tari Gambyong, Ungkapan Selamat Datang

Tari Gambyong digunakan untuk menyambut tamu. Biasanya digunakan di acara-acara pernikahan. Para penari biasanya para remaja. Awal mula istilah Gambyong berawal dari nama seorang penari taledhek. Penari yang bernama Gambyong ini hidup pada zaman Sunan Paku Buwana IV di Surakarta. Penari taledhek yang bernama Gambyong juga disebutkan dalam buku Cariyos Lelampahanipun karya Suwargi R.Ng. Ronggowarsito … Read moreTari Gambyong, Ungkapan Selamat Datang

Malam Selikuran

Kalender Jawa nggak cuma mengenal Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Orang Jawa juga menggunakan hitungan Jawa sebagai penanda waktu tertentu yang dianggap sakral. Misalnya Malem Selikuran. Malem dalam bahasa Jawa berarti malam dan Selikuran berarti dua puluh satu. Jadi bisa diartikan malem selikuran berarti malam yang kedua puluh satu. Malem selikuran yang dimaksud adalah … Read moreMalam Selikuran

Masjid Al Wustho Mangkunegaran

Jawa nggak cuma berhiaskanĀ istana-istana. Tapi juga dilengkapi dengan bangunan tempat ibadah. Kalau Keraton Kasunanan Surakarta memiliki Masjid Agung Surakarta, Pura Mangkunegaran memiliki Masjid Al Wustho Mangkunegaran. Pendirian masjid ini diprakarsai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara I. Awalnya, masjid ini dikenal dengan sebutan Masjid Mangkunegaran. Baru pada tahun 1949, Penghulu Masjid Mangkunegaran, yaitu … Read moreMasjid Al Wustho Mangkunegaran