Telaga Jonge

Mungkin diantara kamu masih ada yang berpikiran kalau di Gunungkidul nggak ada air. Susah minum, susah mandi, susah buat bersih-bersih. Itu dulu Sob, sekarang, jangankan cuma buat mandi, kamu mau berenang di telaga juga bisa.

Gunungkidul emang termasuk daerah yang punya banyak telaga. Hampir disetiap desa punya telaga meskipun itu kecil. Beberapa telaga bisa kamu lihat disepanjang jalan menuju Pantai Baron.  Uniknya, semua telaga yang ada di Gunungkidul adalah telaga alam. Nggak ada satupun yang telaga buatan. Salah satu telaga yang ada di Gunungkidul adalah telaga Jonge. Telaga ini dikeramatkan oleh warga disekitar (Desa Semanu). Menurut warga sekitar, munculnya telaga ini ada hubungannya dengan kisah perjalanan Kyai Jonge.

Dulu Kyai Jonge bersama enam orang sahabatnya pantai selatan pakai perahu yang disebut Jung, untuk menyelamatkan diri dari kejaran prajurit Demak. Nah, dalam perjalanan itu perahu mereka dihantam ombak besar hingga tenggelam. Tapi, Kyai Jonge dengan keenam sahabatnya selamat dan terdampar di kawasan sebelah tenggara Gunung Sewu. Nggak jauh dari tempat mereka terdampar itu terdapat pohon joho pitu yang rindang, karena itu untuk sementara mereka beristirahat di bawah pohon tersebut untuk melepas lelah. Tempat itu kini sekarang disebut Jepitu.

Setelah istirahat, Kyai Jonge dan enam sahabatnya berpisah untuk melanjutkan perjalanan masing-masing. Kyai Jonge berjalan seorang diri dan akhirnya sampai di sebuah hutan di Desa Pacareja. Masyarakat di desa itu menerima dengan baik. Selain itu Kyai Jonge juga punya keahlian yang digunakan untuk menolong masyarakat sekitar. Kyai jonge ini juga ahli dalam bidang pertanian, keahlian ini lalu diajarkan kepada masyarakat dan akhirnya kehidupan masyarakat disini menjadi lebih baik.

Kesaktian Kyai Jonge ini akhirnya banyak dikenal oleh masyarakat luar desa. Banyak yang datang berguru namun banyak juga yang nggak diterima. Hingga akhirnya Kyai Jonge meninggal dan tempat tinggal Kyai Jonge berubah menjadi telaga. Kawasan sekitar telaga selanjutnya disebut dukuh Jonge.

KEISTIMEWAAN

Udara di sekitar telaga Joneg sangat sejuk. Soalnya disekitar telaga banyak ditumbuhi pepohonan Sob. Jadi tenang aja, kesan bahwa Gunungkidul itu gersang nggak bakal kamu temui disini. Ditempat ini, kamu nggak boleh mengucapkan kata-kata kotor (kalau yang satu ini sih dimanapun kita emang nggak boleh ngucapin kata-kata kotor ya Sob). Selain itu, kalau kamu datang bareng pasanganmu, kamu nggak boleh berciuman atau berbuat zina (bener banget nih).

Berdasarkan cerita dari penjaga telaga, makam Kyai Jonge ada di dasar telaga. Beberapa orang bahkan ada yang sengaja melakukan tirakatan agar bisa bertemu atau sekedar melihat makam Kyai Jonge.

Setiap tahun, Telaga Jonge sering dipakai melakukan prosesi upacara adat. Upacara adat ini disebut sebagai Upacara adat bersih Telaga Jonge. Upacara adat bersih Telaga Jonge diselenggarakan saat menjelang awal musim penghujan, sekitar bulan Oktober, atau Jumadhilakir bulan Jawa. Penyelenggaraan upacara adat jatuh pada hari Jumat Legi dalam bulan tersebut. Upacara adat ini intinya membersihkan kawasan telaga Jonge.

Upacara Bersih Telaga Jonge ini biasanya dilakuin hari Jumat sekitar pukul 13.00 siang. Proses upacara ini nggak cuma diikutin oleh warga dusun Jonge Sob. Tapi, semua warga dari sembilan pedusunan yang ada disekitar telaga dan orang-orang lain yang datang dari luar daerah. Mereka masing-masing membawa kelengkapan upacara berupa sesaji nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauknya dan ditaruh dalam tenong. Sesaji ditempatkan berderet di lantai bale di tepi telaga untuk kepentingan upacara dan selamatan.

Upacar dimulai dnegan pementasan berbagai macam kesenian yang ada di daerah tersebut, misalnya reog, jathilan dan kesenian lain dan diakhiri hormat di depan petilasan kyai Jonge. Selesai kesenian lalu dibacakan riwayat Kyai Jonge oleh Mursono selaku juru kunci. Acara puncaknya adalah ikrar kenduri atau ujub kenduri dan diakhiri dengan doa secara singkat masyarakat mohon keselamatan dan di tahun mendatang Telaga Jonge tetap melimpah airnya supaya dapat menghidupi masyarakat. Selanjutnya setelah doa dihaturkan, semua masyarakat yang datang makan bersama.

LOKASI

Telaga Jonge terletak di pedukuhan Jonge, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, Jogjakarta.

AKSES

Rute yang harus dilalu untuk menuju telaga ini adalah Bukit Pathuk-Pedhotan-Wonosari. Dari kota Wonosari terus ke arah Timur menuju kecamatan Semanu sekitar 5 km sebelum RS Pelita Husada Mijahan, lalu belok kanan melewati jalan beraspal sekitar 2,5 km. Dari lokasi kios tersebut kamu belok kanan sekitar 50 meter. Sampailah sudah ditelaga Jonge.

HARGA TIKET

Masuk ke tempat ini kamu nggak diminta untuk bayar biaya apapun Sob.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Nggak banyak fasilitas yang bisa kamu dapetin disini. Penginapan dan rumah makan yang paling dekat yang bisa kamu akses, ada di kota Wonosari.

KOMENTAR

Comments are closed.