Rel Lama Jogjakarta (Part 1)

Kayaknya kurang seru kalau udah di Jogja tapi nggak berpetualang. Jogja, kota yang penuh kenangan. Kota yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Jogja emang istimewa. Ngobrol tentang berpetualang di Jogja. Sangat tidak asyik kalau kita nggak menjelajahi rek kereta api di Jogja? Apa? Kurang kerjaan amat! Hehehe. Nggak gitu juga kali Sob. Bukan rel kereta api yang sekarang masih dipakai, tapi rel kereta api jaman dulu. Rel yang sekarang udah nggak dipakai lagi.

Rel kereta api jadul ini dulu menghubungkan antara Jogja dan Bantul. Menarik kan? Jaman sekarang mana ada orang naik kereta api buat ke Bantul. Naik motor aja beres. Rel itu seolah timbul tenggelam di antara pemukiman.

Ada beberapa titik jejak rel kereta api jadul yang bisa kamu lihat. Antara lain:

  • Sisi Tenggara perempatan lampu merah Badran, atau sebelum ujung Barat Jalan Jlagran Lor, Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen, Kota Jogjakarta.
  • Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Ngampilan, Kecamatan Ngampilan, Kota Jogjakarta.
  • Taman Parkir Ngabean, Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, Kota Jogjakarta.
  •  Kantor Kecamatan Ngampilan di Jalan Kyai Haji Wahid Hasyim, Kota Jogjakarta.
  • Barat (sisi belakang) kios-kios kecil di Jalan Kyai Haji Wahid Hasyim, Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, Kota Jogjakarta.
  • Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy), di Jalan Bantul, Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Kota Jogjakarta.
  •  Bekas jembatan kereta api di Sungai Winongo, Jalan Bantul, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.
  • Bekas Stasiun Winongo di Glondong, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.
  • Stasiun Cepit, di Jalan Bantul, sekitar Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.
  • Bekas Stasiun Bantul di Jalan Bantul, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul.
  •  Bekas stasiun Palbapang, di Jalan Srandakan Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul.

Masih penasaran kelanjutannya? Tunggu episode selanjutnya.

 

KOMENTAR

Comments are closed.