Masjid Soko Tunggal

Satu lagi tempat bersejarah yang musti kamu kunjungi di Jogja. Masjid Soko Tunggal. Masjid ini berada di kompleks Tamansari. Kalau kamu udah pernah ke Jogja pasti pernah dengar nama Tamansari. Tamansari emang termasuk destinasi wisata sejarah di Jogja yang cukup terkenal.

Di kawasan ini terdapat masjid yang mempunyai arsitektur yang cukup unik. Berbeda dengan bangunan Jawa kebanyakan. Mau tahu seperti apa bedanya? Yuk mari langsung ke lokasi.

KEUNIKAN

Masjid ini terletak di depan pintu masuk ke Tamansari. Masjid ini diresmikan pada tahun 1973 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Jadi masjdi ini nggak didirikan bersamaan dengan Tamansari. Arsitektur masjid Soko Tunggal sangat unik. Berbeda dengan masjid-masjid lain yang ada di kota Jogja.

Masjid ini diberi nama Soko Tunggal karena atap masjid ini disangga oleh satu tiang penyangga utama. Padahal, kalau dilihat-lihat, banguna tradisional Jawa minimal punya empat buah penyangga utama. Masjid ini merupakan sebuah bangunan dengan desain tajug. Mempunyai satu tiang penyangga utama di tengah-tengah, yang berukuran sekitar 50cm x 50cm.

Keunikan bangunan Masjid Soko Tunggal nggak cuma terletak pada tiang penyangga utamanya. Konstruksi masjid ini juga penuh dengan makna. Misalnya, masjid ini memiliki total 5 penyangga. Terdiri dari 1 penyangga utama, dan 4 penyangga tambahan. Kelima tiang penyangga ini menggambarkan lambang negara Pancasila. Tiang penyangga utama, menggambarkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pada bangunan masjid ini terdapat peniung atau usuk sorot. Memusat seperti jari-jari payung. Ini menggambarkan sebuah negara yang melindungi rakyatnya. Jadi, setiap bagian masjid ini memang dibuat dengan tujuan untuk menggambarkan makna tertentu.

Selain konstruksinya yang unik,  masjid ini juga dihiasi dengan beragam ukir-ukiran. Ukir-ukiran selain menambah keindahan, ukir-ukiran yang menghiasi masjid ini memiliki banyak makna. Ukir-ukiran ini punya sebutan sendiri-sendiri, yaitu Praba, Saton/Sawiji, Sorot, Tlacapan, Ceplok, dan Mirong. Praba berarti bumi, tanah, atau kewibawaan. Saton berarti sawiji atau menyendiri. Sorot berarti cahaya matahari. Tlacapan berarti tangguh dan tabah. Ceplok berarti memberantas segala angkara murka. Mirong berarti nisan. Sedangkan di balok uleng, terdapat ukiran yang menggambarkan tetesan embun diantara bunga dan daun. Ini mengandung maksud bahwa semoga mereka yang beribadah di masjid ini mendapat anugerah dari Allah.

Luas keseluruhan Masjid Soko Tunggal 288m2. Bangunan utama masjid ukurannya 10 x 16 m2, sedangkan bagian serambi masjid ukurannya 8 x 16 m2. Kapasitas masjid ini sekitar 500 hingga 700 orang.

Rangka-rangka Masjid Soko Tunggal juga memiliki berbagai makna. Contohnya, ada bagian rangka yang bernama Soko Brunjung, yang menggambarkan usaha untuk mencapai keluhuran wibawa. Sedangkan bagian yang bernama Sirah Gado, menggambarkan senjata yang ampuh dan sempurna, dan kesempurnaan baik secara jasmani maupun rohani. Satu lagi yang harus kamu ketahui adalah bahwa struktur-struktur Masjid Soko Tunggal disambung dan dipasang tanpa paku.

LOKASI

Area Tamansari, Kota Jogjakarta, Jogjakarta.

AKSES

Satu cara yang paling mudah menuju ke Tamansari dengan menuju ke Keraton Jogjakarta. Disana kamu bisa menemukan tukang becak. Tukang becak disini banyak yang menyediakan jasa keliling keraton. Termasuk juga ke Tamansari.

HARGA TIKET

Masuk ke kawasan Tamansari kamu cukup merogoh kocek 3000 perak.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Selain melihat masjid yang penuh dengan sejarah ini, kamu bisa menikmati sisa reruntuhan banguan yang ada di area Tamansari. Keren buat foto-foto lho Sob.

KOMENTAR

Comments are closed.