Seklumit Cerita tentang Sejarah Jogja

Yak, Jogja. Siapa yang nggak kenal Jogja? Pernah kenalan po? Oke ganti pertanyaan deh. Siapa yang nggak tahu Jogja? Kota pendidikan, kota gudeg, kota pendidikan, dan lain sebagainya. Ngomong-ngomong tentang Jogja. Kamu tahu nggak sih sejarah kota Jogja? Apaaa? Huh…kayaknya kamu emang agak sedikit kuper ya. Oke baiklah. Cekiprut ya Sob.

Nama Yogyakarta (banyak yang menyebut dengan Jogjakarta) diambil dari kata Ayodhya.Kerajaan Prabu Rama dalam epic Ramayana. Artinya kerajaan yang  tak terkalahkan. Dengan nama yang megah ini Yogyakarta menjadi kota yang penting dan terkenal dibandingkan kota-kota lainnya.

Yogyakarta, Jogja, atau Jogjakarta adalah kota kerajaan yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I. Beliau mendapat wilayah yang sekarang disebut Daerah Istimewa Yogyakarta dari hasil pembagian kerajaan Mataram Islam pada tahun 1755. Kalau Kerajaan Mataram tahu kan Sob? #maksa. Kerajaan Mataram yang pernah begitu jaya di masa Sultan Agung harus dibagi dua, Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Berbeda dengan wilayah Kasunanan Surakarta yang sudah mempunyai pusat pemerintahan di Surakarta. Sultan Hamengkubuwono I atau yang juga dikenal dengan nama Pangeran Mangkubumi membangun Yogyakarta dari sebuah pesanggarahan kecil di Ambarketawang. Sekarang masuk wilayah kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

nggak selamanya yang kecil tetap kecil. Pasti juga bakal gedhe juga. Kayak Yogyakarta. Tahun-tahun selanjutnya, mulai dibangun pasar. Pasar dibangun dan mendatangkan banyak pedagang dari berbagai daerah. Demikian pula dengan kawasan perdagangan lain yang ikut andil membangun kota Yogyakarta. Yogyakarta menjadi kota yang penting.

Salah satu peristiwa penting yang terjadi di Jogja pada masa kolonial adalah dimulainya Perang Diponegoro atau yang juga dikenal sebagai perang Jawa. Gara-gara perang ini Belandan bangkrut Sob. Tapi dasar penjajah. Dia yang bangkrut rakyat Indonesia kena getahnya. Rakyat Indonesia dipaksa untuk melakukan tanam paksa. Menanam tanaman produktif untuk kepentingan ekspor Belanda. Kehidupan rakyat sangat menderita. Meski dari sini, rakyat kemudian mengenal tanaman komoditas yang bernilai tinggi seperti teh, tebu, kopi, dan lain sebagainya.

Saat kemerdekaan diproklamirkan, Sultan Jogja (Sultan Hamengku Buwono IX) dengan semangat nasionalisme menyatakan Kasultanan Yogyakarta bergabung dengan Republik Indonesia. Sebuah langkah dukungan yang sangat penting bagi Indonesia yang baru lahir. Opsi sebagai kerajaan yang berdiri sendiri dikesampingkan demi kepentingan bangsa Indonesia dan kemerdekaan seutuhnya.

Jauh sebelum kemerdekaan, Jogja sudah menjadi pusat pendidikan penting bagi kaum pribumi. Tamansiswa dan Muhammadiyah sangat aktif terlibat dan berperan dalam mencerdaskan kaum pribumi dan mengejar ketertinggalannya dari bangsa lain. Bahkan hingga sekarang, masih bisa kita lihat sekolah-sekolah hasil perjuangan jaman dulu itu.

Pada tahun 1947 didirikan Sekolah Tinggi Islam Indonesia yang menjadi cikal bakal UII, Universitas Islam Indonesia. Pada tahun 1949, UGM didirikan dengan meminjam bangunan keraton sebagai tempat kuliah.

Nggak cuma sejarahnya yang berkembang. Pariwisata di Yogyakarta berkembang dengan baik. Apalagi ada banyak obyek wisata di Jogja. Mulai dari Keraton, Jalan Malioboro, Candi Prambanan dan lain-lain. Selain obyek wisata, kultur jawa masyarakat Jogja selalu menjadi pesona tersendiri. Sampai hari ini Jogja tetap menjadi tujuan wisata utama di Indonesia.

apapun itu sebutannya, Jogja, Yogya, Jogjakarta, Yogyakarta. Kota ini tetap istimewa. Unik, menarik, asyik, nyentrik, dan selalu membuatmu tertarik.

Leave a Comment