Sekaten, Bukan Sembarang Pasar Malam

Sekaten, Bukan Sembarang Pasar Malam

PMPS atau Pasar Malam Perayaan Sekaten, lebih sering disebut Sekaten oleh masyarakat Jogja. Pasar malam ini merupakan kegiatan rutin yang selalu diadakan oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sekaten ini biasa diadakan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad. Mulai dari tanggal 5 Rabiul Awal penanggalan hijriah atau tanggal 5 bulan Maulud penanggalan Jawa.

Nah, itu dia bedanya pasar malam yang ini dengan lainnya. Diadakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad. Keren banget emang Jogja tuh, nggak ada duanya.

Awal mulanya, acara ini diadakan sebagai salah satu syi’ar Islam yang dilakukan oleh Sultan Hamengku Buwono I kepada masyarakat Ngayogyakarta Hadiningrat. Tapi, esensi Sekaten sekarang sudah berubah, lebih terlihat seperti pesta rakyat dibandingkan dengan syi’ar Islam.

Asal-usul Sekaten

Ada beberapa versi yang beredar tentang awal Sekaten ini ada. Menurut versi yang pertama, Sekaten itu berasal dari kata syahadatain. Nah, syahadatain ini berarti dua kalimat syahadat, syahadat tauhid dan syahadat rasul.

Versi pertama berkembang karena dikaitkan dengan misi utama yang dibawa oleh Sultan HB I bahwa Sekaten diadakan untuk syi’ar Islam.

Sedangkan, versi lainnya menyebutkan bahwa Sekaten berasal dari kata Sekati. Sekati ini adalah pusaka Kraton yang berupa gamelan, disebut juga Kanjeng Kyai Sukati. Gamelan ini biasanya dimainkan dalam acara perringatan Maulid Nabi Muhammad.

Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa Sekaten berasal dari kata suka dan ati (senang hati) karena orang menyambut maulud dengan rasa syukur dan bahagia.

Ungkapan Rasa Syukur

Sebagai bentuk rasa syukur, pada perayaan Sekaten juga diadakan pasar malam yang diadakan di Alun-alun Utara Jogja selama satu bulan penuh. Nah, tapi justru pasar malam inilah yang justru lebih dikenal masyarakat dan wisatawan daripada prosesi Sekaten itu sendiri.

Perayaan Sekaten merupakan perpaduan antara dakwah Islam dan seni. Dakwah Islam dilakukan di Masjid Agung Kauman, sedangkan pertunjukan seni dilangsungkan di areal pasar malam.

PMPS biasanya dimulai satu bulan sebelum Maulud Nabi atau pada bulan Rajab (kalender Hijriah). Pasar malam ini akan berakhir sehari sebelum pelaksanaan Grebeg Maulud yang merupakan puncak acara Sekaten. Sebagai pesta rakyat, tentu saja Sekaten terbuka untuk masyarakat umum. Dari pejabat sampai rakyat biasa, semua bisa dateng ke sini, kumpul jadi satu menikmati kemeriahan Sekaten. Karena itu, meski usianya sudah lebih dari puluhan tahun, Pasar Malam Perayaan Sekaten tetap menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jogja dan sekitarnya.

Alun-alun Utara

Dari zaman dulu, perayaan Sekaten selalu diadakan di Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta selama satu bulan penuh. Perayaan sekaten juga akan diakhiri dengan adanya gunungan yang juga menjadi daya tarik tersendiri selama prosesi Sekaten.

pengenliburan.com
pengenliburan.com

Menuju ke Alun-alun

Kalau kamu pengen berkunjung ke Sekaten, pastikan dulu tanggalnya ya. Jangan dateng waktu perayaan Sekaten ini belum mulai. Datanglah sekitar satu bulan sebelum peringatan Maulid Nabi Muhammad.

Nah, kalau kamu sudah menentukan kapan mau dateng, langsung aja menuju ke Alun-alun Utara Jogja. Di sana pasti sudah ramai ketika perayaan Sekaten dimulai.

Kalau kamu nggak naik kendaraan pribadi, bisa juga pakai bus TransJogja. Terus turun aja di malioboro yang dekat dengan Alun-alun Utara, ntar jalan dikit udah nyampek tuh ke Alun-alun Utara.

Ada Apa Aja di Sekaten?

Di Sekaten kamu bisa muter-muter Alun-alun Utara Jogja sampai puas deh. Banyak pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar malam Sekaten. Banyak juga permainan yang bisa kamu coba, ada yang cuma buat seneng-seneng sampai untuk uji nyali.

Ada juga pertunjukan seni, baik itu seni tradisional ataupun seni modern. Pentas anak-anak teka dari berbagai sekolah yang ada di Jogja juga ada. Ibu-ibu yang tampil unjuk gigi juga ada.

Kalau itu tadi yang ada di Alun-alun Utara, sekarang beralih ke Masjid Agung Kauman. Biasanya diadakan pengajian sebagai bentuk syiar Islam pada perayaan Sekaten.

Nah, muali dari sekarang lingkaring tuh kalendernya, biar nggak ketinggalan perayaan yang memang diadakan untuk masyarakat semua kalangan ini.

1 thought on “Sekaten, Bukan Sembarang Pasar Malam

Leave a Comment