Sagon, Kue Manis dan Gurih dari Jogja

Sagon, Kue Manis dan Gurih dari Jogja

Kalau ngomongin kuliner yang ada di Jogja emang nggak ada habisnya. Semua ada, dari yang tradisional sampai yang modern. Dari yang jualnya di pasar tradisional sampai kafe-kafe.

Tapi kali ini kita nggak mau ngomongin makanan yang udah umum kok. Ini makanan nggak umum, jarang banget kamu temuin, sekalipun itu di pasar tradisional. Namanya sagon, salah satu jajanan pasar yang masih bisa eksis sampai sekarang. Disaat makanan modern sudah mulai menjamur di Jogja.

Pasti kebanyakan orang nggak tau nih yang namanya sagon. Apalagi buat para pendatang yang menetap di Jogja, masih asing mendengar nama ini. Padahal, sagon adalah jajanan tradisional yang rasanya nggak kalah sama makanan modern saat ini lho.

Kue Sagon

Kalau kamu berkunjung ke Jogja dan pergi ke pasar tadisional, kamu masih mendapati banyak sekali jajanan tradisional yang di jual di sana. Salah satunya adalah sagon ini, tapi sekarang sagon sudah agak sulit kamu temui.

Salah satu warga Jogja yang membuat kue sagon adalah pak Wariyanto. Pak Wariyanto memulai usaha ini dari tahun 1950-an. Dulu hanya membantu perkerjaan kedua orang tuanya. Tapi, sekarang dia sendiri yang melanjutkan usaha tersebut.

Bagi pak Wariyanto, nggak sulit kok membuat Kue Sagon ini. Masalahnya hanya pasarnya yang belum begitu luas. Bukan karena nggak ada peminatnya ya, tapi karena kue sagon ini dibuat tanpa menggunakan pengawet. Jadi cuma bisa tahan selama dua sampai tiga hari saja. Kalau lewat dari itu udah nggak layak lagi buat dimakan.

Proses Pembutan Sagon

Membuat kue sagon itu nggak sulit kok, cuma kamu harus tekun aja. Bahan yang diperlukan untuk membuat sagon adalah, tepung ketan, kelapa parut setengah tua dan gula pasir.

Mula-mula campur tepung ketan dan parutan kelapa, lalu tambahkan gula pasir dan sedikit garam. Aduk semua bahan sampai semua tercampur rata. Selanjutnya adonan dituangkan ke dalam cetakan kue sagon yang berbentuk lingkarang menyerupai loyang cake.

Setelah semua cetakan terisi dengan adonan, langkah selanjutnya adalah memanggang adonan di atas anglo. Anglo itu semacam alat seperti kompor yang panasnya berasal dari bara arang.

Setelah diletakkan di atas anglo, tutup cetakan kemudian di atas tutup juga diberi bara dari arang. Dengan demikian, proses pemanggangan akan lebih rata panasnya yaitu dari atas dan bawah.

Proses pemanggangan ini tidak berlangsung lama kok, setelah warnanya berubah kecoklatan, sagong siap diangkat dan didinginkan.

myfearless.wordpress.com
myfearless.wordpress.com

Sagon Pak Wariyanto

Kue Sagon yang dibuat oleh pak Wariyanto terkenal dengan citarasa tardisionalnya. Sagon yang dihasilkan masih agak basah di dalamnya dan krispi di bagian luarnya.

Komposisi tepung ketan, kelapa parut setengah tua, sedikit garam dan gula pasirnya sangat pas sehingga menghasilkan rasa yang lezat. Selain itu aroma dari bekas bakaran yang makin menggoda untuk segera melahapnya.

Buat Dapetin Sagon

Kalau kamu penasaran rasa dari kue yang satu ini langsung aja dateng ke tempat pak Wariyanto. Alamatnya ada di Jl. Wonosari KM 7, Wiyoro Lor RT 02, Kalurahan Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

 

Sebenernya kamu bisa sih mencari di pasar-pasar tradisional, tapi ya utung-untungan juga. Mungkin di pasar masih ada, tapi sudah habis di beli sama penggemar kue manis dan gurih ini.

Mending langsung dateng aja ke penjualnya, selain bisa liat proses dan tanya-tanya. Kue sagon itu kalau dimakan saat masih hangat lebih enak lho.

Leave a Comment