Pesanggrahan Paku Alaman

Jogja dan keraton. Dua hal yang nggak bisa dipisahkan. Ya nggak Sob. Siapapun yang mendengar kata Jogja, pasti langsung ingat keraton Jogja.

Nah, ternyata ada satu lagi yang erat kaitannya dengan Jogja juga. Namany pesanggrahan. Mungkin kalau dibahasakan jaman sekarang, sejenis villa. Tapi ini villanya para pejabat keraton dulu. Di Kulon Progo ada sebuah pesanggrahan milik Paku Alaman. Kini Pesanggrahan ini difungsikan sebagai kantor dari PT JMI (Jogja Magasa Indonesia).

KEUNIKAN

Baguna pesanggrahan ini dulunya dipenuhi dengan jendela dan pintu kaca. Pesanggrahan Paku Alaman Glagah ini terdiri atas dua kompleks. Satu di sisi utara dan satunya disisi selatan. Keduanya dipisahkan oleh pagar tembok setinggi sekitar 1,2 m.

Secara keseluruhan kompleks bangunan pesanggrahan ini dicat dengan warna putih. Tapi untuk kusen serta daun pintunya sebagian dicat dengan warna abu-abu. Dalam bangunan ini terdapat beberapa kamar. Selain itu ada juga ruang tamu atau ruang keluarga, kamar mandi dan WC, dan gudang.

Luas keseluruhan kompleks Pesanggrahan ini sekitar 20 m x 40 m. Menurut Taruna Tanoyo (juru kunci), Pesanggrahan Paku Alaman Glagah sejak Sri Paku Alam VIII selalu digunakan untuk pos dan mendoakan ubarampe bahan labuhan. Selain itu, pesanggrahan ini juga sering digunakan untuk tirakatan.

Pada zaman perang kemerdekaan tahun 1945-1949 ada beberapa pesanggrahan yang hancur akibat dibom oleh Belanda. Bangunan termasuk aman dari pengeboman Belanda tersebut. Nggak Cuma ada pesanggrahan disini Sob. Di depan-kiri dari pesanggrahan ini terdapat sebuah prasasti. Sayangnya prasasti itu nggak dapat dibaca. Kondisinya udah rusak.

Prasasti ini dituliskan pada sebidang tembok yang didirikan di sisi kiri depan dari kompleks pesanggrahan. Bidang tembok yang digunakan untuk menuliskan prasasti tersebut kira-kira berukuran panjang 100 cm, lebar 25 cm, dan tinggi 50 cm. Kalau dilihat dari sisa tulisannya, prasasti dituliskan dengan huruf Jawa dan berbahasa Jawa. isinya tentang peristiwa disudetnya Sungai Serang atas prakarsa Sri Paku Alam V.

Fungi dari pesanggrahan ini sam aseperti pesanggrahan lainnya. Yaitu untuk istirahat atau ”mesanggrah” keluarga adipati dari Kadipaten Paku Alaman, Jogjakarta. Selain difungsikan untuk itu, Pesanggrahan Paku Alaman juga digunakan sebagai pos untuk upacara Labuhan Pura Paku Alaman setiap tanggal 10 Sura.

Di pesanggrahan ini biasanya dilakukan upacara serah terima barang-barang yang akan dilabuh ke Pantai Glagah. Mulai dari gunungan hasil bumi, pakaian bekas dari Sri Paku Alam atau keluarganya, potongan kuku, potongan rambut, gunungan padi, serta aneka macam sesaji.

Semua ubarampe itu kemudian diarak menuju Pnatai Glagah. Jarak pesanggrahan hingga Pantai Glagah kurang lebih 2-3 kilometer. Perarakan labuhan ini biasanya akan didahului oleh barisan dari prajurit Paku Alaman. Prajurit ini dikenal dengan nama Prajurit Lombok Abang. Pakaian yang digunakan serba merah dan bersenjatakan tombak. Lalu diikuti rombongan pembawa gunungan hasil bumi.Disusul dengan Gunungan Pengagem yang berjalan relatif perlahan dan dikawal pasukan Prajurit Plangkir yang berpakaian serba hitam dan bersenjatakan senapan.

Ubarampe ini lalu disemayamkan di Joglo Labuhan Glagah. Di tempat ini ubarampe didoakan bersama. Usai itu barulah ubarampe ini diarak menuju laut untuk dilabuh. Setelah dilabuh di laut barulah ubarampe tersebut diperebutkan oleh pengunjung.

LOKASI

Salah satu Pesanggrahan Paku Alaman yang dibangun pada masa pemerintahan Sri Paku Alam V (1878-1890) secara administratif terletak di Dusun Glagah, Kalurahan Sidorejo, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Jogjakarta.

AKSES

Lokasi pesanggrahan ini berada di sisi utara Jalan Daendels, nggak jauh dari kompleks wisata Pantai Glagah. Letakannya juga sangat dekat dengan Sungai Serang yang berada di sisi timurnya pada jarak sekitar 100 meter.

HARGA TIKET

Free.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Pesanggrahan ini letaknya nggak jauh dari pantai Glagah, jadi kalau kamu berkunjung ke pesanggrahan ini kamu bisa seklain mampir ke pantai Glagah. Selain itu di dekat pantai glagah juga ada perkebunan buah naga. Lumayan kan, sekali mendayung dua tiga tempat wisata terlampaui.

Leave a Comment