Perempuan dan Batik (1949)

Sob, kamu pasti suka (m)batik kan? Apalagi kalau (m)batik di bantal. Huih, pastikamu jagonya. Iya kan? Hihihi. Tenang Sob. Nggak cuma kamu doank kok. Dulu, kira-kira tahun 1970-an para perempuan jawa juga punya hobi sama kayak kamu. Membatik. Cuma mereka lebit elite. Hasil batikan mereka laku terjual. Ya iylah, lha mereka (m)batik kain. Nggak kayak kamu (m)batik bantal. Wkwkwk.

Dulu, perempuan Jawa mengisi waktu luang mereka dengan membatik. Beda banget ya sama perempuan jaman sekarang. Kalau sekarang, punya waktu luang, langsung ke salon. Keramam (creambath), potong kuku tanga, kuku kaki dan lain sebagainya. Jangankan menghasilkan duit, yang ada juga ngabisin duit. Ya nggak Sob.

Ya emang beda jaman sih. Kalau dulu masih banyak pengusaha batik tulis yang butuh tenaga. Kalau sekarang kan kebanyakan pakai cap. Dulu, para pengusaha batik biasanya mencari orang yang mau membatik kain-kain mereka. kain-kain ini biasanya sudah digambari pola. Para perempuan ini tinggal mempertebal pola yang sudah ada.

Nggak heran kalau dulu di Jogja, atau di Jawa, di kampung-kampung, apalagi kampung dikawasan njeron beteng Kraton Jogjakarta, banyak perempuan yang mengisi waktu luang, dengan membatik. Di desa-desa, kaum perempuan yang menjadi pengrajin batik gampang banget ditemukan. Tugas mereka hanya membatik. Urusan pewarnaan sudah ada pekerjanya sendiri.

Sejarah batik di  Jogja nggak bisa lepas dari sejarah batik di Jawa.  juga nggak bisa dipisahkan dari terbentuknya Kasultanan Ngayogyakarta akibat dari perjanjian Giyanti 1755. Perjanjian ini membagi Mataram menjadi dua, yakni Kasultanan dan Kasunanan. Motif  batik di Jogja berkaitan dengan cita rasa Raja Ngayogyakarta pertama. Saat itu Jogja dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi. Bergelar Sultan Hamengku Buwana I.

Foto diatas adlah foto karya Henry Cartier Berson, seorang fotografer dari Perancis. Foto ini dimuat dalam buku ‘Indonesia 1949’. Pemandangan perempuan membatik, di Jogja pada masa tahun 1949, termasuk hal yang biasa Sob. Soalnya hampir disetiap rumah biasanya para perempuanya membatik.

 

Leave a Comment