Nawu Sendang Seliran

Makam raja-raja mataram nggak hanya sekedar menyimpan sejarah para rajanya saja. Tapi juga tentang dakwah islam yang berkembang pada masa itu. Dulu, Sunan Kali Jaga pernah punya kisah ditempat ini. tepatnya di Sendang Seliran. Sampai sekarang kisah itu masih diabadikan dengan Ritual Nawu Sendang Seliran.

KEUNIKAN

Ritual nawu sendang ini bukan ritual biasa. ada sejarahnya Sob. Nanti deh kita certain. Yang jelas, kalau ritual ini mulai berlangsung, antrian masyarakatnya nggak kalah dengan sekaten.  Ritual ini jadi satu dengan kirab budaya Ambegan Agung Gunungan kuliner.

Kirab budaya Ambengan Agung Gunungan kuliner di arak oleh ratusan abdi dalem dari kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta dari balai desa Jagalan menuju Masjid Besar Mataram Kotagede.
Prajurit keraton yang mengiringi gunungan antara lain Bergodo. Prajurit ini membawa jodhang (miniatur Masjid besar Mataram). Satu yang unik dari ritual budaya ini adalah, kedatangan Raja Kasultanan Palembang Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.
Setibanya di halaman Masjid Besar Kotagede diadakan serah terima ambengan dan jodhang dari Pengageng Keraton yang bertugas di Kotagede sebagai juru kunci makam, kepada Lurah Jagalan Mas Penewu Joyo Permono. Kemudian diserahkan kepada Rois Penghulu Masjid untuk didoakan. Gunungan kuliner berisi hasil bumi dan makanan tradisional seperti kipo, banjar, yangko, dan roti kembang waru lalu dimakan bersama-sama.
Selanjutnya dilanjutkan Ritual Nawu Sendang Seliran atau menguras air sendang di kawasan cagar budaya Makam Raja Mataram Kotagede. Di serambi masjid, sebuah siwur atau alat pengambil air dimasukkan ke dalam jodhang. Ritual ini disertai pembacaan shalawat. Para abdi dalem berjalan ke Sendang Selirang. Di sendang, para abdi dalem mengambil air secara simbolik dan dimasukkan ke dalam kendi. Kendi ini lalu dibawa dengan jodhang yang dipikul.
Ritual ini menggambarkan sejarah masuknya Islam di Kerajaan Mataram Kotagede. Saat itu, Sunan Kalijaga memberikan pelajaran pada pengikutnya, air itu harus bersih. Karena itu pada zaman dulu, sebelum ada tempat wudhu, masyarakat selalu membersihkan kakinya di depan pintu masuk masjid.

LOKASI

Makam Raja Mataram Kotagede.

AKSES

Untuk menuju kompleks makam ini, kamu bisa menggunakan mobil pribadi maupun angkutan umum (bus maupun taksi) menuju arah selatan Kota Jogjakarta.

HARGA TIKET

Free.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Selain bisa menikmati ritual yang berlangsung, kamu juga bisa sekalian berkunjung ke makam raja-raja Mataram. Disini terdapat beberapa fasilitas yang bisa kamu gunakan, mulai dari masjid, toilet, dan lain sebagainya.

 

Leave a Comment