Masjid Al Wustho Mangkunegaran

Jawa nggak cuma berhiaskan istana-istana. Tapi juga dilengkapi dengan bangunan tempat ibadah. Kalau Keraton Kasunanan Surakarta memiliki Masjid Agung Surakarta, Pura Mangkunegaran memiliki Masjid Al Wustho Mangkunegaran. Pendirian masjid ini diprakarsai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara I. Awalnya, masjid ini dikenal dengan sebutan Masjid Mangkunegaran. Baru pada tahun 1949, Penghulu Masjid Mangkunegaran, yaitu Raden Tumenggung KH. Imam Rosidi memberikan tambahan nama menjadi Masjid Al Wustho Mangkunegaran.

Sebelumnya, Masjid Mangkunegaran terletak di wilayah Kauman, Pasar Legi. Karena jauh dari istana, maka masjid tersebut dipindah oleh KGPAA Mangkunegara II ke dekat istana Pura Mangkunegaran. Pengelolaan masjid ini dilakukan oleh para abdi dalem pura.

Pada masa KGPAA Mangkunegara VII, pemugaran besar-besaran dilakukan terhadap Masjid Al Wustho. Mangkunegara VII meminta seorang arsitek Perancis untuk turut serta mendesain bentuk masjid. Mangkunegara VII memang dikenal sebagai penguasa Pura Mangkunegaran yang mendorong banyak pembangunan fasilitas umum pada masanya. Selain memugar Masjid Al Wustho, Mangkunegara VII juga membangun Lapangan Manahan, merenovasi Pasar Pon dan Pasar Legi, serta membangun kolam renang Balekambang.

KEISTIMEWAAN

Masjid ini mempunyai luas 4.200 meter persegi. Masuk ke kawasan ini kamu bakal disambut oleh tembok gapura dengan ukiran ayat-ayat Al Quran yang membentuk kerucut. Terdapat dua gapura di masjid ini. Dari luar terlihat seperti kembar. apura pertama berada di tepi jalan dengan ukuran yang cukup besar. Gapura ini berfungsi sebagai jalan masuk menuju halaman masjid. Gapura kedua bentuknya lebih kecil dan merupakan pintu masuk menuju serambi masjid.

Menurut Abdul Baqir Zein dalam bukunya Masjid-masjid Bersejarah di Indonesia (1999:202), secara umum arsitektur Masjid Al Wustho mengikuti arsitektur Masjid Demak. Bisa kamu lihat dari atap tumpang bertingkat dengan puncak berupa mustaka masjid dan memiliki serambi. Masjid Al Wustho memiliki serambi depan yang disangga oleh 18 tiang. Di serambi ini terdapat sebuah bedug yang diberi nama Kyai Danaswara.

Pada satu sisi masjid, terdapat bangunan yang disebut Maligin. Malingin dibangun oleh KGPAA Mangkunegara V. Bangunan dengan bentuk unik ini digunakan untuk melaksanakan khitan para putra kerabat Mangkunegaran. Bagian utara masjid, terdapat sebuah menara yang dibangun pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara VII. Dulu, menara itu berfungsi sebagai tempat untuk mengumandangkan adzan.

LOKASI

Masjid Al Wustho Mangkunegaran berada di dalam lingkungan Pura Mangkunegaran, tepatnya di Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah.

AKSES

Dari Jogja kamu naik aja bus jurusan Jogja-Solo. Turun di Terminal Tirtonadi. Dari terminal, kamu ganti naik bus kota, angkot, taksi, maupun andong untuk menuju Pura Mangkunegaran dan Masjid Al Wustho.

HARGA TIKET

Gratis.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Masjid Al Wustho Mangkunegaran telah dilengkapi berbagai fasilitas untuk para pengunjung atau jamaah, seperti tempat penitipan barang (loker), tempat wudhu, kantor takmir masjid, serta poliklinik kesehatan yang dikelola oleh pengurus masjid.

 

Leave a Comment