Jembatan Bantar Lama, Kenangan Akan Wetan Progo dan Kulon Progo

Jembatan. Apa itu jembatan? Ah..pertanyaannya jayus banget ya. Bingung soalnya mau nulis apaan. ‘Tukang ketik’ kan boleh kehabisan ide. Masak iya setiap hari idenya mengalir terus. Boleh donk sekali-kali kran idenya mampet. Apalagi nulis untuk satu benda bernama Jembatan. Apa coba yang bisa ditulis. Benda yang nggak ada lucu-lucunya. Hayoo..siapa yang bisa ketawa kalau lihat jembatan. Nggak ada kan. Benda panjang, membujur dari ujung ke ujung. Gitu doank. Ah..nggak ada unik-uniknya.

Eits…tunggu dulu, bentuk jembatannya sih emang lempeng gitu-gitu aja. Tapi kalau sejarahnya? Bisa jadi sejarahnya unik. Kayak jembatan yang satu ini. Jembatan Bantar Lama. Hihihi eh kok malah ketawa sendiri. itu lho, dari namanya aja, itu Jembatan udah melakukan pengakuan kalau dia ini jembatan jadul. Namanya aja pakai embel-embel lama.

KEUNIKAN

Di Jogja ada begitu banyak jembatan dalam berbagai ukuran dan kisahnya. Salah satunya adalah Jembatan Bantar Lama. Nama lainnya Jembatan Bantar I. Posisi Jembatan Bantar Lama ini sekarang berada di sisi paling utara dari semua (kompleks) Jembatana Bantar. Jadi jembaan Bantar ini nggak cuma 1 Sob. Ada jembatan Bantar I, II, dan III.

Jembatan Bantar Lama (I) ini beda banget dengan jembatan yang lain. Baik itu dari keseluruhan tampilan dan konstruksinya. Jembatan Bantar Lama diduga dibangun pada masa colonial.  Tapi ada juga yang bilang kalau dibangun pas Jaman Jepang. Membentang di atas Sungai Progo. Sebuah sungai yang menjadi pembatas wilayah Kabupaten Sleman dan Bantul di sisi timur dan Kabupaten Kulon Progo di sisi barat.

Bentangan Jembatan Bantar Lama ini memiliki ukuran panjang sekitar 220 meter. Lebar jembatan kira-kira 5 meteran. Ketinggian jembatan dari permukaan air Sungai Progo sekitar 25 meteran. Kalau diamati (buat yang kurang kerjaan, boleh tuh kalau mau mengamati jembatan hehehe), bakal kelihatan kalau konstruksi utama dari Jembatan Bantar Lama terdiri atas bentangan baja yang bertumpu pada tiang beton bertulang yang ditanam di ruas sungai. Konstruksi baja ini diperkuat dengan bentangan kawat baja pilin dengan diameter sekitar 5 cm. Bentangan kawat baja yang menjadi penyangga beban gantung atau tekan ini berjumlah 9 buah pada masing-masing sisi jembatan. Jadi keseluruhan kawat baja berjumlah 18 buah.

Beban vertikal jembatan ini disangga oleh konstruksi tiang di kanan kiri sisi jembatan, persilangan baja yang mengalasi jembatan, dan tiang penyangga di bagian bawah jembatan. Untuk menguatkan perekatan antarbaja tersebut digunakan sistem kuncian dengan menggunakan mur baut yang bisa dibuka tutup. Sistem kuncian yang digunakan, sistem kunci mati dengan las maupun klem. Makanya ada banyak tonjolan atau pentolan sekrup dan mur menghiasi permukaan batang-batang baja yang digunakan sebagai konstruksi utama jembatan ini.

Kedelapan belas kawat baja pilin ini juga berfungsi sebagai penyangga (menggantung) jembatan. Untuk mengunci ujung-ujung kawat baja tersebut digunakan plat baja lengkung setengah lingkaran. Ini sekaligus juga berfungsi sebagai bibir-bibir jembatan, baik di sisi timur maupun sisi barat. Kawat-kawat baja tersebut ditumpangkan dan mengikuti lengkungan bibir jembatan. Dimasukkan ke dalam struktur beton bertulang di bagian tiang jembatan paling pinggir. Biar lebih kuat, digunakan banyak sekrup dan baut yang mematikan posisi kawat baja di atas plat baja lengkung tersebut. Jembatan ini juga dilengkapi dengan sistem roda atau roll pada keempat ujungnya. Fungsinya untuk membuang beban dan getaran yang didapatkan oleh jembatan tersebut.

Kini Jembatan Bantar Lama nyaris nggak difungsikan. Kecuali hanya untuk kendaraan roda dua. Maklum Sob, jembatan ini udah tua banget. Banyak karat dimana-mana. Usia jembatan ini kira-kira  67 tahunan. Usia ini dihitung dari jaman pendudukan Jepang. Kalau dihitungnya dari jaman pendudukan Belanda, justru lebih tua banget. Jembatan yang membentang di Jl Wates-Jogja ini dalam skala usia telah masuk sebagai Benda Cagar Budaya.

LOKASI

Jalan Wates-Jogja.

AKSES

Kamu ikuti saja jalan Jalan menuju wates.

HARGA TIKET

Free.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Tempat buat bunuh diri. Hehehe, bercanda Sob. Jembatan ini terletak di jalan yang menghubungkan wates dengan Jogja, jadi nggak banyak fasilitas yang bisa kamu nikmatin disini.

 

 

Leave a Comment