Dolanan Bengkat, Permainan Anak Tradisional 1969

Pasti kamu nggak tahu apa itu permaian Bengkat. Konon katanya, dolanan ini sudah ada sejak penjajahan Jepang. Jaman dulu bahkan permaian ini dikompetisikan.

Sebenarnya dolanan ini cukup populer di kalangan anak-anak. Buktinya, nama dolanan ini terekam di kamus Boesastra Djawa karangan WJS. Poerwadarminta (1939). Di dalam kamus Jawa itu dijelaskan arti dolanan Bengkat ini adalah dolanan anak yang menggunakan alat yakni (buah) béndha. Buah béndha saat ini lebih banyak dijumpai di penjual jamu sebagai bahan baku jamu atau perlengkapan sesajen. Makanya jaman sekarang udah nggak ada lagi ditemukan anak-anak yang bermain béngkat.

Walaupun awal mulanya banyak dimainkan di daerah perkotaan, lama-kelamaan dolanan ini menyebar pedesaan. Dolanan béngkat banyak dimainkan di halaman atau pelataran yang luas. Zaman dulu, pelataran luas hanya ada di rumah-rumah bangsawan, priyayi, atau orang-orang kaya di kota. Ciri permainan ini adalah bersifat halus, tenang, nggak ada sorak sorai, serta memiliki banyak peraturan.

Dolanan béngkat termasuk jenis dolanan yang bisa dimainkan secara perorangan atau berkelompok. Agar dapat memenangkan permainan maka diperlukan kerjasama dan kekompakan antar anggota. Alat permainan berupa buah béndha yang berbentuk bulat dan lonjong. Nggak ketinggalan tempat yang luas. Untuk menggaris tempat dolanan bisa menggunakan potongan kayu, lidi, atau sejenisnya.

Anak-anak laki-laki yang bermain dolanan ini biasanya berumur di atas 10 tahun. Di atas umur itu, biasanya anak-anak sudah mampu bermain dan mengetahui aturan bermain. Dalam permainan ini terdapat tabungan yang disebut umpak. Umpak dapat dimanfaatkan agar pemain terhindar dari kematian.

Baoesastra Djawa, WJS. Poerwadarminta, 1939, Groningen, Batavia: JB. Wolters’ Uitgevers Maatscappij NV dan Permainan Tradisional Jawa, Sukriman Dharmamulya, dkk, 2004, Yogyakarta, Kepel Press

 

Leave a Comment