Desa Wisata Batik Kliwonan

Kamu pasti sudah kenal banget denga batik. Jangan-jangan malah udah nggak kehitung jumlah baju batik kamu dilemari. Iya deh, yang kantongnya lagi tebel. Eh Sob, kamu pastinya tahu kan kalau di Indonesia seenggaknya ada tiga kota yang selama ini dianggap sebagai sentra batik. Pekalongan, Surakarta, dan Jogjakarta. Tiga kota itu selama ini lebih dikenal sebagai pusatnya batik. Tapi apa iya cuma tiga kota itu? Hemm, ternya nggak Sob. Kalau kamu jalan-jalan sedikit ke timur dari kota Jogja, kamu akan mnemukan beberapa pusat produksi batik di Jawa Tengah.

Salah satunya adalah Kabupaten Sragen. Kabupaten ini adalah sentra produksi batik terbesar setelah Pekalongan dan Surakarta. Di Sragen, terdapat dua sub sentra batik yakni Kecamatan Plupuh dan Masaran. Dua kabupaten ini saling berseberangan di sisi utara dan selatan Sungai Bengawan Solo.

Desa-desa di utara sungai adalah Jabung dan Gedongan, wilayah Kecamatan Plupuh. Berjarak sepelemparan batu dengan Desa Pilang, Sidodadi, dan Kliwonan. Tiga desa yang disebut terakhir terletak di selatan Bengawan Solo. Berada dalam wilayah Kecamatan Masaran.  Karena berada di pinggiran  kali, industri Batik disini juga dikenal dengan sebutan Batik Girli (Pinggir Kali).

KEUNIKAN

Sebagian besar perajin batik tinggal di desa Kliwonan. Nggak heran kalau jumlah produk batik yang dihasilkan lebih besar. Makanya, kawasan penghasil batik di Sragen lebih dikenal sentra batik Kliwonan. Pemerintah Kabupaten Sragen lalu menetapkan sentra batik itu sebagai kawasan wisata terpadu. Dengan nama Desa Wisata Batik Kliwonan.

Desa ini terletak 13 kilometer dari pusat kota Kabupaten Sragen. Di desa ini kamu nggak cuma bisa belanja. Kamu juga bisa melihat proses pembatikan. Mulai dari membatiknya sampai selesai.

Selain itu, kalau kamu tertarik, kamu juga bisa menginap disini Sob. Beberapa rumah warga sengaja dijadikan homestay untuk para tamu. Disini kamu juga bisa mempelajari sejarah dan asal usul batik di Indonesia dan lahirnya batik khas Sragen.

Sragen awal mulanya identik dengan batik Surakarta, terutama di era 80-an. Soalnya, para senior kerajinan batik di Sragen umumnya pernah bekerja sebagai buruh batik di perusahaan milik juragan batik Surakarta.

Tapi, seiring waktu berjalan, batik Sragen berhasil membentuk ciri khas yang berbeda dari gaya Jogjakarta dan Surakarta. Ketiganya punya perbedaan. Kalau batik gaya Jogjakarta umumnya memiliki dasaran atau sogan putih dengan motif  bernuansa hitam atau warna gelap. Corak Jogjakarta ini biasa disebut batik latar putih atau putihan. Beda lagi dengan batik gaya Surakarta. Biasanya memiliki warna dasaran gelap dengan motif bernuansa putih. Biasa disebut batik latar hitam atau ireng. Batik Jogjakarta dan Surakarta juga lebih kuat dalam mempertahankan motif gaya kraton. Bahkan sudah menjadi patokan baku, misalnya parang, kawung, sidodrajat, sidoluhur, dan lain sebagainya.

Batik Sragen lebih kaya dengan ornamen flora dan fauna. Kadang ditambahi corak baku. Makanya kadang ada batik Sragen bermotif tumbuhan atau hewan yang disusupi motif baku seperti parang, sidoluhur, dan lain sebagainya.

LOKASI

Desa Wisata Batik Kliwonan terletak sekitar 12 KM sebelah selatan pusat kota Kabupaten Sragen. atau 85 KM sebelah timur laut Jogjakarta.

AKSES

Untuk mencapai lokasi Desa Wisata Kliwonan ini kamu bisa melewati berbagai jalur, antara lain:

Pintu masuk di Gronong (Perbatasan Kabupaten Sragen dan Karanganyar) : melalui Jalan Raya Solo – Sragen masuk ke utara hingga Desa Sidodadi – Kliwonan.

Pintu masuk Masaran : dari Masaran melalui jalan kabupaten menuju Desa Pilang –Kliwonan.

HARGA TIKET

Free.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Namanya juga jalan-jalan, nggak asyik donk kalau nggak bawa oleh-oleh. di desa wisata ini kamu bisa memilih beberapa cindera mata Sob. Antara lain: kerajinan kain perca batik (tas, dompet cantik, bantal hias, selimut),kerajinan grabah (tempayan air, pot bunga, kuali) serta kerajinan sangkar burung.

 

 

Leave a Comment