Cara Mandi Wanita Jawa Tahun 1920

Hayoo..siapa yang belum mandi. Ih..bau jeruk. Kecut! Ileran gitu. Coba lihat bantal. Tuh kan beneran, pulau seribunya masih anget. Wueekk.. hehehe. Ngobrolin masalah mandi, sejarah juga mencatat bagaimana cara mandi seorang wanita Jawa.

Tipologi atau perilaku umum yang dilakukan wanita Jawa sehabis mandi, kira-kira begini. Ia akan mengenakan jarit/kain batik panjang untuk menutupi tubuhnya mulai dari dada hingga mata kakinya. Peralatan mandi waktu itu kira-kira pengaron atau bejana yang terbuat dari tanah liat/gerabah. Bentuknya mirip kuali namun dengan mulut atau bibir yang lebih lebar. Di samping pengaron alat mandi yang digunakan adalah siwur atau gayung. Gayungnya bukan dari plastic, tapi terbuat dari tempurung kelapa yang disambung dengan bambu.

Foto diatas menggambarakn kalau model ini difoto di dalam studio. Latar belakang dari foto ini bukan gambar atau pemandangan alami. Air yang menetes dari pengaron juga nggak tampak. Gerak membebat kain ke tubuh yang dilakukan oleh gadis ini sekalipun kelihatan luwes tapi tampak telah diatur. Tampak pula kain basahan (kain yang dipakai untuk mandi) teronggok di sisi kaki kiri model.

Tapi paling nggak, dari gambar ini kita bisa tahu seperti apa gambaran jaman dulu. Karena dijamin, jaman sekarang nggak ada lagi yang seperti ini. Ya iyalah, kan sekarang mandinya pakai shower. Hehehe.

Pameran Foto Dokumentasi yang diselenggarakan Bentara Budaya Jogyjkarta, 17-28 Januari 2012. Foto yang dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta tersebut diambilkan dari ”Souvenir Album Midden Java” yang diterbitkan oleh N.V. nhn. Buning, Djocjakarta.

 

Leave a Comment