Candi Plaosan, Bukti Cinta Rakai Pikatan

Candi Plaosan didirikan pada abad ke-9 Masehi oleh pasangan raja dan permaisuri yang bernama Rakai Pikatan dan Pramudya Wardhani. Rakai Pikatan merupakan raja ke-6 dari silsilah raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram Lama dari Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu pada sekitar tahun 847 sampai 856 M. Sedangkan sang permaisuri, Pramudya Wardhani, adalah anak gadis Samaratungga dari Dinasti Syailendra yang beragama Budha. Udah kayak pembaca reportase belum Sob? Kekeke.

Jadi Sob, data diatas tertulis di prasasti berupa relief dan tulisan Jawa kuno. Prasasti ini  ditemukan di Candi Plaosan. Terletak di perbatasan Jogjakarta dan Jawa Tengah. Candi Plaosan adalah candi peninggalan Kerajaan Mataram Lama. Dibangun sebagai bukti kecintaan Rakai Pikatan kepada Pramudya Wardhani.

Pernikahan Rakai Pikatan dan Pramudya Wardhani sebenarnya nggak disetujui oleh keluarga masing-masing. Keduanya memang berasal dari keluarga besar (dinasti) yang pernah berjaya di Jawa. Tapi, beda prinsip, budaya, dan agama. Meskipun begitu, Rakai Pikatan dan Pramudya Wardhani tetap menikah. Nah, candi ini dibangun sebagai simbol keabadian cinta Rakai Pikatan dan Pramudya Wardhani.

Wujud Candi Plaosan adalah berupa candi kembar. Lambang pasangan Rakai Pikatan dan Pramudya Wardhani. Dibagi dalam dua sisi. Pada relief candi sisi utara, dibangun oleh Rakai Pikatan, digambarkan sosok perempuan sebagai wujud kekaguman dan kecintaannya kepada Pramudya Wardhani. Sedang relief candi di sisi selatan menampilkan gambar sosok pria. Katanya ini hasil karya dari Pramudya Wardhani. Sebagai bentuk penghormatan, pengabdian, dan kasih-sayang kepada sang suami, yakni Rakai Pikatan.

KEISTIMEWAAN

Candi Plaosan merupakan dua candi kembar. Berdiri di areal tanah seluas kurang lebih 440×270 meter. Disebut kembar soalnya bentuk dan ukuran kedua candi ini sama. Candi ┬ásebelah utara disebut Candi Plaosan Lor. Sedang sebelah selatan disebut Candi Plaosan Kidul. Kedua candi ini memiliki panjang sekitar 15 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 15 meter.

Pembeda kedua candi ini adalah ornamen dan reliefnya masing-masing. Jarak antara Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul hanya sekitar 20 meter. Dipisahkan oleh sebuah tembok pembatas dari batu yang mengelilingi masing-masing candi.

Pada tembok pembatas, terdapat pahatan gapura. Gapura ini berfungsi sebagai penghubung sekaligus sebagai jalan keluar dan masuk menuju halaman masing-masing candi. Dilihat dari corak bangunannya, Candi Plaosan perpaduan antara kebudayaan Hindu dan Budha. Struktur bangunan candi yang tinggi khas candi peninggalan kebudayaan Hindu. Tapi, dasarnya merupakan pondasi yang lebar seperti candi peninggalan kebudayaan Budha.

LOKASI

Candi Plaosan berlokasi di Dusun Plaosan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Secara geopolitik, candi ini terletak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Klaten (Provinsi Jawa Tengah) dan Jogjakarta.

AKSES

Dari Jogjakarta, kamu ikuti saja Jalan Solo sampai ke Kecamatan Prambanan, Jawa Tengah. Lampu merah ketiga (sebelah kiri Kantor Pos dan kalau ke selatan ke Stasiun Prambanan) belok ke arah kiri menuju Manisrenggo (Klaten). Ikuti jalan sampai ketemu perempatan di mana Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah.Lihat arah timur atau sebelah kanan.

HARGA TIKET

Nggak ada tarif khusus yang ditetapkan bagi pengunjung Candi Plaosan.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Di kawasan Candi Plaosan terdapat penginapan atau losmen yang bisa kamu gunakan. Ada pula pula taman bermain untuk anak-anak yang berada di sekitar kawasan candi.

Leave a Comment