Candi Donotirto, Candi di Kota Jogja

Siapa yang suka jelajah sejarah ngacung! Candi di daerah mana aja yang pernah kamu absen Sob? Sleman? Kulon Progo? Kalau daerah Kota? Pasti langsung ada yang pengen nanya, emang ada candi di daerah kota? Belum tahu ya? Ada donk. Di daerah kota nggak cuma ada keraton dan sejenisnya. tapi juga ada candi.

Weits, tapi jangan samakan candi ini seperti candi-candi yang lain ya. nggak bohong kok Sob. Bukan plesetan. Tapi candi beneran. Penasaran kan pastinya? Yuk langsung cek ke TKP.

KEUNIKAN

Candi ini berada di Kampung Kumetiran Kidul, Kalurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedong Tengen, Jogjakarta. Tepatnya berada di sisi barat tikungan Jl. Jogonegaran (lanjutan dari Jl. Bhayangkara). Kompleks candi secara keseluruhan dibangun dengan menggunakan bahan baku berupa batu bata yang diplester dan diaci. Candi ini dicat dengan perpaduan cat warna merah, hitam, putih. Berbeda dengan candi peninggalan sejarah yang lain, candi ini baru dibangun pada tahun 1939. Lebih muda dibandingkan candi-candi yang lain. Candi di tengah kota ini dinamakan Candi Donotirto (Danatirta). Sumber setempat juga menerangkan bahwa candi ini dibangun atas prakarsa dari Sri Sultan Hamengku Buwana IX.

Candi ini dinamakan Candi Donotirto artinya, dana (sumbangan) air dari Sri Sultan Hamengku Buwana IX kepada masyarakat (kota Jogja). Candi Donotirto adalah sebuah tempat yang dimaksudkan untuk MCK bagi warga kota di wilayah yang bersangkutan. Jaman dulu mungkin masyarakat belum terlalu memikirkan kalau MCK itu penting, maka dibangunlah candi ini.

Nggak jelas sejarahnya, kenapa fasilitas untuk MCK ini justru dibuat seperti bentuk candi. Mungkin saja candi dibuat ini dimaksudkan agar mirip dengan petirtaan pada candi-candi Hindu/Buda. Barangkali juga dengan hal semacam itu bangunan yang disebut Candi Donotirto itu akan mudah diingat dan dikenali. Bentuknya yang berbeda dengan semua bangunan yang ada di tengah kota menjadikannya unik dan berbeda sehingga mudah dikenali.

Kompleks Candi Donotirto dibagi dalam dua ruang. Satu ruang untuk kaum laki-laki dan ruang lainnya untuk kaum perempuan. Pintu masuk candi dibuat mirip dengan pintu masuk candi dengan gapura bergaya bentar. Jadi kalau kamu masuk ke Candi Donotirto, kamu seperti masuk ke sebuah candi, khususnya petirtaan. Melihat kondisinya yang demikian, mungkin sekali pembangunan Candi Donotirto dibangun dengan mengacu pada konsep petirtaan.

Oleh karena merupakan MCK, maka Candi Donotirto dilengkapi dengan saluran-saluran air mirip kran-kran air dan sistem penggelontoran.  Tapi jangan  mengira disini ada kloset. Untuk buang air besar memang disediakan sebuah lubang khusus. Lubang khusus ini kalau dilihat sepintas mirip dengan kalen (kali kecil). Jadi kalau ada yang buang air besar disini, maka kotorannya akan hanyut di kalen itu.

Suplai air yang dialirkan ke Candi Donotirto ini diambilkan dari Sungai Winongo. Air ini diambil dari air Sungai Winongo di daerah Pingit yang disebut pintu air atau sumber Bendo Lole. Bendo Lole berada di sisi utara Pasar Pingit pada jarak sekitar 1 kilometer. Kalau debit air dari Sungai Winongo ini berkurang, maka suplai air ke Candi Donotirto berkurang. Kalau sampai kurang air, maka kalen yang ada disana juga nggak bisa dipakai Sob.

LOKASI

Kampung Kumetiran Kidul, Kalurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedong Tengen, Jogjakarta.

AKSES

Menuju ke Candi ini bisa kamu tempuh menggunakan kendaraan pribadi.

HARGA TIKET

Sumbangan seikhlasnya.

AKOMODASI DAN FASILITAS LAINNYA

Tidak ada.

Leave a Comment