Brongkos Jogja Tempo Doeloe

Ngobrolin kuliner Jogja emang nggak ada habisnya. Banyak banget sih. Mulai dari kuliner yang kecil-kecil seperti bakpia pathok. Sampai makanan berat sejenis gudeg atau brongkos.

Sob, pernah nanya nggak, kenapa ya namanya brongkos. Kos..kos..

Ah ya sudah lah, kan tugas kita tinggal makan. Ngapain juga protes ya. yang penting kan perut kenyang, dan tentu saja ada uangbuat bayar. Kalau nggak bayar, bisa-bisa besoknya kiya sudah terhidang jadi brongkos. Wkekeke.

KEUNIKAN

Ada beberapa jenis masakan brongkos (dari luar Jogja), brongkos koyor, brongkos kepala kambing dan brongkos daging. Brongkos daging bisa kamu temui di Jalan Magelang, dibawah jembatan Krasak. Warungnya dikenal dengan sebutan warung ijo. Isinya daging semua. Nggak pakai sayuran.

Kalau Brongkos yang dikenal oleh orang Jogja, adalah jenis brongkos yang lengkap. Nggak cuma daging, tapi ada tambahanya kulit melinjo, tolo, tahu dan daging, sering juga ditambahi telur.

Brongkos dan kacang tolo emang nggak bisa dipisahkan. Kalau kamu nemuin brongkos nggak pakai kacang tolo pasti itu bukan brongkos. Mau tahu apa namanya? “Brongkos tanpa kacang”. Wkekekek. Just kidding Sob.

LOKASI

Kamu bisa menemukan brongkos di beberapa sudut kota Jogja. Salah satunya ada di ‘Waroeng Jogja Tempo Doeloe’. Warung ini ada di di Purawisata. Bukan didalam kompleks Purawisata. Tapi ada diluarnya. Ditembok sebelah barat, diselatan parkiran. Namanya  jelas banget kok Sob, ‘Waroeng Jogja Tempo Doeloe’.

HARGA

Menikmati brongkos disini kamu cuma perlu merogoh kocek 12500. Harga yang nggak mahal kan untuk menikmati suguhan makanan khas. Apalagi porsinya cukup buat rame-rame.

Leave a Comment