Angkringan Jogja, Makanan Rakyat Murah Meriah

Angkringan Jogja, Makanan Rakyat Murah Meriah

Angkringan dan Jogja memang nggak bisa terpisahkan. Hampir di setiap sudut kota Jogja ada warung yang menyediakan berbagai macam makanan murah ini. Tempat favorit buat nongkrong nih, apalagi bukanya malem, sambil mengisi perut yang keroncongan malem-malem.

Sekarang angkringan nggak cuma di Jogja aja, bahkan di Jakarta juga udah menjamur tuh. Mungkin karena konsepnya seru buat tempat nongkrong dan harganya yang nggak begitu mahal. Jadi para pengusaha kuliner mulai melirik untuk mengembangkan angkringan ke luar kota Jogja.

Di Jogja sendiri angkringan sudah mulai berubah konsepnya. Yang biasanya memakai gerobak dan berada di pinggir jalan. Sekarang banyak angkringan yang memiliki tempat khusus. Lebih luas dan lebih enak buat nongkrong sampai pagi.

Menu Khas Angkringan

undas.co
undas.co

Menu yang ada di angkringan ini udah mulai diadopsi beberapa rumah makan lho. Paling terkenal adalah sego kucing, nasi dengan lauk teri dan sedikit sambal nikmat banget deh. Tapi ada juga yang lauknya bukan teri, tapi kering tempe atau potongan bandeng.

Kalau makan sego kucing ini agak kurang kalau nggak ditemani sama kawan-kawannya. Ada sate usus, sate telur puyuh, gorengan, tahu bacem dan ceker. Tergantung warungnya sih pelengkapnya adanya apa.

Sego kucing ternyata juga sudah naik kelas lho. Ada restoran yang selalu rame di Jogja yang menyediakan menu salah satunya adalah sego kucing ini. Tentu dengan konsep yang berbeda.

Kalau kamu pernah dengar nama Raminten, nah di situ tempatnya. Restoran yang mempunyai gaya yang khas dan unik. Kalau kesana biasanya kamu harus antri terlebih dahulu. Apalagi kalau lagi musim liburan, bakalan rame banget tuh.

Ada yang Menarik

ulpina.wordpress.com
ulpina.wordpress.com

Nah, ada yang menarik kalau kamu makan di angkringan. Selain tempatnya yang sederhana di pinggir jalan dengan suasana yang reman-remang, kamu bisa minta dipanggang, iya dipanggang. Eh, bukan kamu yang dipanggang, tapi pelengkap makan sego kucingnya yang dipanggang.

Rasanya gimana? Tentu lebih nikmat, ada aroma gosong-gosong gitu. Kamu juga bisa meminta ditambahin sedikit kecap yang akan menambah kenikmatannya tuh.

Minuman Andalan

Kalau tadi makanan khasnya itu sego kucing, di angkringan ini ada beberapa minuman yang ditawarkan. Tapi, kalau saya paling suka sama jahe anget atau susu jahe. Enak banget tuh diminum pas malem-malem, bikin badan jadi anget.

Selain jahe, ada beberapa minuman yang bisa kamu pilih. Mau es teh, es jeruk, teh panas, jeruk panas atau mungkin kopi. Ada juga minuman instan seperti kopi instan atau minuman rasa-rasa. Tinggal pilih aja kamu mau yang mana.

Awal Mula

Angkringan ini berasal dari kata angkring atau nangkring, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia jadi duduk santai.

Kenal sama Mbah Pairo nggak? Nah, beliau ini yang dulu mempelopori berdirinya angkringan. Seorang pendatang yang berasal dari Cawas, Klaten pada tahun 1950-an.

Mbah Pairo ini mengadu nasib ke Jogja karena di daerah Cawas itu lahannya tandus, apalagi kalau musim kemarau. Nah, di Jogja beliau ini mendirikan warung angkringan. Kemudian angkringannya diwarisi oleh Lek Man, putra Mbah Pairo sekitar tahun 1969.

Angkringan Lek Man, kini berada di sebelah utara Stasiun Tugu. Walaupun dulu sempat berpindah beberapa kali.

Dulu Mabh Pairo menjajakan makanannya dengan menggunakan pikulan. Sering disebut ting-ting hek, karena dulu penjualnya berteriak-teriak “hiiiik..iyeeek” ketika menjajakan dagangannya.

Leave a Comment